Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jaksa Kembalikan Berkas Roy Suryo cs, Penasihat Kapolri: Kalau Langsung Terima Nanti Dituduh Didikte
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Kalah Gugatan Nikel di WTO, Jokowi: Tidak Perlu Takut

Jumat, 02 Desember 2022 - 13:43:00 WIB
Indonesia Kalah Gugatan Nikel di WTO, Jokowi: Tidak Perlu Takut
Indonesia kalah gugatan nikel di WTO, Presiden Jokowi mengatakan tidak perlu takut
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia akan mengajukan banding atas kekalahannya dalam gugatan larangan ekspor nikel di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Mengenai kekalahan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak agar tidak berkecil hati dan takut.

"Sekali lagi, kita tidak perlu kecil hati, tidak perlu takut urusan kalah digugat Uni Eropa kemudian kita kalah, kemudian kita mundur, ndak. Nanti ada babak kedua lagi kita ingin lakukan," kata Jokowi, yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/12/2022).

Menurutnya, negara maju ingin mempertahankan diri supaya tetap menjadi negara maju. Salah satunya, dengan tidak rela negara berkembang seperti Indonesia untuk maju.

"Karena apa pun yang namanya negara maju, itu juga ingin mempertahankan dirinya tetap menjadi negara maju. Itu pasti. Mereka tidak akan rela juga negara berkembang ini ada yang maju, menjadi negara yang maju, juga banyak yang enggak rela," tuturnya. 

Menurutnya, hal itu manusiawi. Karena itu, terpenting berusaha mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju di masa depan. 

"Itu ya manusiawi, enggak perlu kita sakit hati. Kita berusaha agar bagaimana visi kita agar menjadi negara maju," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi sebelumnya mendorong jajarannya untuk terus melakukan hilirisasi terhadap komoditas tambang di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah. Dia pun meminta ekspor bahan mentah tidak hanya dihentikan pada komoditas nikel saja. 

"Enggak bisa lagi kita mengekspor dalam bentuk bahan mentah, mengekspor dalam bentuk raw material," ucapnya.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut