Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Liburan ke Korea Selatan Makin Mudah, QRIS Bisa Dipakai Mulai April 2026!
Advertisement . Scroll to see content

Harta Bertambah Rp81 Triliun, Pendiri Kakao Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:43:00 WIB
Harta Bertambah Rp81 Triliun, Pendiri Kakao Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan
Pendiri Kakao, Kim Beom-su menjadi orang terkaya di Korea Selatan. Foto: Forbes
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Pendiri dan Ketua Kakao, Kim Beom-su menjadi orang terkaya di Korea Selatan setelah saham raksasa internet Korea Selatan itu melonjak lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini. Melonjaknya saham Kakao seiring dengan meningkatnya pertumbuhan internet selama pandemi Covid-19. 

Pada Rabu (25/6/2021), saham Kakao naik sekitar 110 persen, membuat kekayaan Kim bertambah 5,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp81 triliun sejak Forbes menghitung kekayaan orang terkaya Korea Selatan pada Mei lalu. Saat itu, dia berada di peringkat ke empat orang terkaya Korea Selatan. 

Sementara berdasarkan Daftar Miliarder Real-Time, kekayaan bersihnya saat ini tercatat sebesar 16,2 miliar dolar AS atau setara Rp234,2 triliun. Jumlah itu lebih banyak 3 miliar dolar AS atau Rp43,4 triliun dari kekayaan salah satu pendiri Celltrion Seo Jung-jin, yang merupakan orang terkaya kedua di Korea. 

"Pandemi Covid-19 telah mempercepat ekspansi Kakao karena pesatnya pertumbuhan permintaan layanan online," kata Kepala Ekonom Asia Pasifik di IHS Markit Rajiv Biswas, dikutip dari Forbes, Jumat (25/6/2021). 

Biwas mengatakan, bisnis digital Kakao sudah berjalan dengan baik sebelum Covid-19. Bisnis ini dimulai dengan layanan mobile messenger, kemudian dikembangkan melalui merger dan akuisisi dengan 100 perusahaan lain. 

Layanan messenger, KakaoTalk, mengumpulkan 45 juta pengguna dan hampir 95 persen pangsa pasar domestik pada 2018. Yi mengatakan, Kakao kemudian menambahkan iklan, e-commerce, peta, game, dan layanan keuangan. Perusahaan juga membuat webtoon, atau kartun digital.

Perusahaan analisis pasar Gartner dalam catatan penelitian Maret lalu menyebut, layanan Kakao Pay mendapat dukungan dari kolaborasi dengan Ant Group. Ant membantu Kakao dengan kode QR, teknologi pengenalan wajah dan mesin pembayaran.

Satu unit bisnis Kakao, yakni Kakao Games go public pada September 2020, dan berhasil mengumpulkan dana sebesar 320 juta dolar Amerika Serikat (AS). Kakao juga diperkirakan akan mencatatkan saham perdana (IPO) Kakao Bank pada awal bulan depan, dengan target dana 1,8 miliar dolar AS.

Nyunsoo Na, seorang analis dari firma riset IDC menuturkan, langkah Kakao selanjutnya adalah mengeksplorasi infrastruktur business to business to consumer (B2B2C). "Namun, ada keramaian di area ini karena AWS (Amazon Web Service) dan Microsoft mendominasi pasar," ujar Na.

Kakao berkembang melalui perusahaan media massa Kakao Entertainment dan aplikasi Kakao Mobility, dengan rencana IPO pada tahun depan. Kakao juga diperkirakan akan mengoperasikan ekosistem selengkap WeChat di China.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut