Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bapanas Ungkap Penyaluran 1,5 Juta Ton Beras SPHP Dimulai Februari 2026
Advertisement . Scroll to see content

Harga Telur Mahal, Bapanas Sebut Produksi Berkurang Imbas El Nino

Minggu, 28 Mei 2023 - 12:26:00 WIB
Harga Telur Mahal, Bapanas Sebut Produksi Berkurang Imbas El Nino
Bapanas menyebut, kenaikan harga telur ayam salah satunya karena imbas dari cuaca ekstrem imbas fenomena El Nino. (Foto: Dok. MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga telur ayam di pasaran naik hingga Rp32.000 per kilogram (kg). Bahkan, di beberapa wilayah ada yang menyentuh Rp40.000 per kg.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, kenaikan harga pangan tersebut salah satunya karena imbas dari cuaca ekstrem imbas fenomena El Nino. Menurutnya, suhu di Indonesia saat ini sudah panas pada kisaran 36-38 derajat celsius setiap harinya. 

Hal ini berdampak pada produksi telur ayam di dalam negeri, karena untuk mendapatkan produksi yang baik harus dalam kondisi suhu yang stabil. 

"El Nino pasti akan berpengaruh terhadap potensi produksi kita. Sekarang aja kalau kita rasakan, suhu di Indonesia rata rata sudah 36,37,38 celsius. itu juga berpengaruh terhadap potensi produksi telur kita, ayam broiler kita, kenapa? karena ayam juga perlu suhu yang stabil," ujar Ketut kepada iNews.id, Minggu (27/5/2023).

Ketut menambahkan, pihaknya akan meninjau berapa persen penurunan produksi telur di tengah cuaca panas saat ini. Namun, dia memastikan harga akan cenderung naik karena turunnya produktivitas. 

Selain telur ayam, Ketut menuturkan, barang pokok lainnya juga berpotensi mengalami kenaikan harga karena El Nino. Lantaran, cuaca yang panas bisa berpotensi kekeringan, sehingga para petani akan kesulitan memproduksi sayur mayur dalam jumlah tinggi. 

"El Nino ini berdampak ke semua tempat belum lagi kalo El Nino berkepanjangan potensi air berkurang, otomatis ke pertanian pun juga bisa berdampak," ucapnya.

Dengan demikian, fenomena ini akan mengganggu rantai distribusi yang berjalan. Maka tidak bisa dipungkiri jika di beberapa tempat sewaktu-waktu kekurangan barang pokok tertentu. Maka dari itu, penting kesadaran masyarakat untuk waspada. 

Sebagai antisipasi, Ketut menyarankan, masyarakat untuk bijak dalam menkonsumsi makanan. Artinya, makan secukupnya, tidak membuang-buang makanan. 

"Karena kita kan terkadang tanpa sadari makan mungkin ngambilnya banyak tapi tidak habis, menurut saya ini harus di rubah. Makanlah secukupnya karena kita tidak baik baik saja," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sempat mewanti-wanti, harga pangan akan naik di tengah cuaca ekstrem El Nino. Oleh karena itu, dia mengimbau semua stakeholder serta masyarakat harus bersiap. 

"Ini sudah masuk El Nino, kalau saudara-saudara lihat berita, di India panasnya sampai ada korban, juga sebagian Tiongkok, Asean, kemarin di Malaysia, di mana-mana panasnya tidak seperti biasa, tentu ini akan pengaruhi produksi pangan. Jadi kita mesti siap-siap," ucap Zulhas.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut