Harapan Basuki Hadimuljono kepada Presiden Selanjutnya: Selain Jalan Tol, Air Bersih dan Sanitasi Penting
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebut, fokus pembangunan infrastruktur Indonesia ke depan tidak bisa hanya fokus di sektor jalan tol saja. Menurutnya, sektor sumber daya air juga penting untuk diperhatikan.
Basuki menilai, air merupakan komponen paling penting dalam menciptakan hidup yang layak untuk masyarakat. Air bersih yang mudah diakses oleh masyarakat, memegang peranan penting untuk menciptakan hidup yang layak.
"(Fokus pembangunan ke depan) sektor air, jadi kalau saya punya untuk hidup layak, itu harus ada air," ujar Basuki saat ditemui iNews.id di Bekasi, Rabu (14/2/2024).
Menurutnya, penyediaan air bersih dan layak ke masyarakat merupakan model yang digunakan oleh banyak negara maju untuk memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat. Sebab, bermula dari ketersediaan air bersih, maka otomatis bisa mengatasi stunting yang ada saat ini.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Merapat ke Istana Temui Jokowi usai Pencoblosan
"Ternyata setelah kita pelajari negara maju, untuk hidup layak itu air dan sanitasi. Portugal itu sudah portable water 99 persen men-serve (melayani) penduduknya. Jadi kalau untuk layak itu air dan sanitasi kalau di indonesia itu untuk stunting," tuturnya.
Menteri PUPR Basuki Menghadap Jokowi di Istana, Ada Apa?
Menurutnya, dalam rangka mewujudkan akses air minum aman dan layak diperlukan penyediaan air terlebih dahulu. Hal tersebut yang paling utama membangun sebuah bendungan, waduk, embung, atau tempat tampungan air lainnya.
Selanjutnya, peran Pemerintah juga masih banyak dibutuhkan agar bagaimana mengantarkan air yang ada di bendungan tersebut, dapat diolah menjadi air minum layak dan aman hingga terdistribusi ke masyarakat luas.
Di satu sisi, Basuki juga mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia memang masih sangat dibutuhkan. Hal tersebut untuk menurunkan biaya logistik, sehingga harga barang di tingkat konsumen tidak terlalu tinggi.
"Jadi kalau untuk hidup layak itu air dan sanitasi, tapi kalau kemakmuran itu konektivitas, jadi ke depan mungkin itu," katanya.
Editor: Aditya Pratama