Hadiri Penghormatan Terakhir Harry Azhar, Mahfud MD: Dia Orang Baik, Saya Jadi Saksi
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menghadiri penghormatan terakhir almarhum Harry Azhar Azis di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Minggu (19/12/2021).
Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia, Mahfud MD bersama rombongan datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi ajudannya. Saat tiba, dia langsung mengampiri keluarga almarhum di Auditorium Gedung Tower BPK untuk mengucapkan bela sungkawa.
Setelah mendatangi keluarga, Mafud bergeser menuju peti almarhum untuk mendoakan. Informasi yang diperoleh dari ajudanya, Mahfud MD tidak bisa mengantarkan almarhum hingga pemakaman.
Hal tersebut karena adanya kegiatan lain dengan waktu yang sama dengan rencana pemakaman Harry Azhar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Sementara itu, usai melakukan prosesi penghormatan terakhir, jenazah langsung disalatkan di Masjid Baitul Hasyim di komplek Gedung BPK. Adapun penghormatan mantan Ketua BPK periode 2014-2017 itu dilangsungkan secara hybrid melalui platform Zoom.
Breaking News, Pimpinan BPK Harry Azhar Azis Meninggal Dunia
"Kita ikut berduka, sebenarnya kita manusia pun hanya tinggal menunggu waktu saja. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan diri," kata Mahfud MD di Jakarta, Minggu (19/12/2021).
Dia pun mengenang almarhum yang merupakan temannya sejak menjadi mahasiswa. Menurutnya almarhum adalah sosok yang baik.
"Mas Harry memang teman saya sejak mahasiswa dulu, walaupun beda kota, tapi organisasinya sama. Dia orang yang baik, saya menjadi saksi," ujar Mahfud MD.
Dia menambahkan, Harry merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi. Selain itu, almarhum juga setia kawan.
"Dia teman yang baik, penuh dedikasi, setia kawan. Insya Allah husnul khatimah, orang baik lah dia," ucapnya.
Adapun Harry yang merupakan pimpinan Auditorat Utama Keuangan Negara V (AKN V) itu meninggal dunia pada Sabtu (18/12/2021) di RS Cipto Mangunkusumo pada pukul 15.27 WIB setelah dirawat karena gagal ginjal dan komplikasi.
Editor: Jujuk Ernawati