Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erick Thohir Kagum Timnas Futsal Indonesia Runner Up Piala Asia 2026, Soroti Kerja Keras dan Manajemen
Advertisement . Scroll to see content

Hadapi Resesi Global di 2023, Erick Thohir: Konsolidasi Dalam Negeri Harus Diperkuat

Rabu, 14 September 2022 - 12:18:00 WIB
Hadapi Resesi Global di 2023, Erick Thohir: Konsolidasi Dalam Negeri Harus Diperkuat
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan konsolidasi di dalam negeri harus diperkuat untuk menghadapi ancaman resesi global di tahun 2023. 

Menurut dia, meskipun prospek ekonomi Indonesia cukup bagus, semua pemangku kepentingan harus waspada dengan ancaman resesi global yang disebabkan terganggunya rantai pasok, sebagaimana diprediksi Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fond (IMF) akan terjadi pada 2023. 

"Saya melihat prospeknya bagus, tetapi kita tetap waspada. IMF kemarin bicara 2023 akan terjadi resesi dunia. Banyak negara akan bangkrut. Artinya apa? Ketika konsolidasi di dalam negeri kuat, eksternal fighter kita harus diperhitungkan karena inikan supply chain rantai pasok, nah ini kita mesti waspada, terlepas di tahun ini kita lihat bagus, 2023 kita harus waspada," kata Erick Thohir, saat ditemui wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2022). 

Menurut dia, hal itu juga menjadi tugas BUMN. Meskipun prospek kinerja BUMN terus membaik, namun Erick Thohir meminta semua pihak tetap waspada terhadap dampak resesi global. 

Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan Kementerian BUMN adalah dengan terus mendorong program transformasi BUMN agar dapat memberi kontribusi optimal kepada negara. 

Dalam 3 tahun terakhir, kontribusi BUMN terus meningkat. Pada 2021, kontribusi PLN tercatat mencapai Rp1.198 triliun, naik dari Rp68 triliun dari tahun sebelumnya. 

Terkait dengan itu, Erick Thohir optimis keuntungan atau laba bersih BUMN pada 2022 dapat mencapai Rp144 triliun. Jumlah ini naik dari laba bersih tahun lalu yakni Rp124 triliun. 

"Keuntungan BUMN sekarang, insya Allah tahun Ini naik menjadi Rp144 triliun. Ini hal yang saya rasa hasil transformasi ini ada," ungkap Erick 

Sebelumnya, laba bersih BUMN dicatatkan sebesar Rp126 triliun, melesat 869 persen dari laba 2020 yakni Rp13 triliun. Namun, Erick merevisi angka tersebut lantaran PT Garuda Indonesia Tbk, juga mengoreksi laporan keuangannya.

"Kita yakin laba versih yang tadinya Rp13 triliun (2020) tumbuh menjadi menjadi RpRp124 triliun (sebelumnya Rp126 triliun) karena ada Garuda koreksi sedikit (laporan keuangan)," ujar Erick.

Untuk pendapatan BUMN pada 2021 mencapai Rp1.983 triliun, setara dengan 99 persen dari pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendapatan inipun akan diperkirakan naik hingga akhir tahun ini.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut