Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo bakal Berikan 10 Persen Saham Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua
Advertisement . Scroll to see content

Freeport Didekati Perusahaan China Bangun Smelter Tembaga di Halmahera

Selasa, 08 Desember 2020 - 05:11:00 WIB
Freeport Didekati Perusahaan China Bangun Smelter Tembaga di Halmahera
Freeport Indonesia mengungkapkan tengah didekati perusahaan asal China, Tsingshan Steel yang ingin bermitra membangun smelter tembaga di Halmahera, Maluku Utara.  (Foto: Sindonews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengungkapkan tengah didekati perusahaan asal China, Tsingshan Steel yang ingin bermitra membangun smelter tembaga di Halmahera, Maluku Utara. Saat ini, belum ada kesepakatan antara kedua pihak.

"Di satu sisi memang benar kami di-approach (didekati) oleh Tsingshan yang berkeinginan membangun smelter tembaga di Halmahera dan kami masih dalam tahap pembicaraan," kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (7/12/2020).

Menurut Tony, pembicaraan antara kedua perusahaan masih dalam tahap awal mencakup metode yang akan digunakan, kapasitas smelter, jadwal pembangunan hingga target operasional. Namun, pihaknya sangat terbuka dengan penawaran pembangunan smelter tembaga di Indonesia, terlebih jika bisa lebih murah dan lebih cepat dari rencana perusahaan.

"Pada dasarnya kami sangat terbuka bagi siapapun juga yang mau bangun smelter tembaga di Indonesia. Apa bisa lebih murah dari kami atau lebih cepat dari kami, tentu saja kami terbuka untuk bermitra dengan mereka. Tapi, memang masih dalam tahap pembicaraan dengan Tsingshan," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Tony, progres pembangunan smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, masih terus berlanjut. Pada pekan lalu pihaknya telah tes piling di 16 titik.

Sementara itu, Direktur Utama Holding Pertambangan MIND ID Orias Petrus Moedak mendukung opsi yang dijalankan Freeport. Sebab, investasi proyek smelter Freeport juga ditanggung MIND ID selaku pemegang saham Freeport.

"Posisi kami berkontribusi terhadap capex dan ini berdampak ke kami. Kami mendukung apabila ada pengeluaran untuk smelter yang lebih kecil dibandingkan hitungan awal," katanya.

Orias menyebut dengan hitungan awal investasi smelter sebesar 3 miliar dolar AS, maka MIND ID menanggung sekitar 1,2 miliar dolar AS hingga 1,5 miliar dolar AS.

"Ini signifikan buat MIND ID. Tentu opsi lain kami pertimbangkan dan yang terbaru ini dengan Tsingshan di mana kontribusi akan jauh lebih kecil dari rencana awal," katanya.

Kendati ingin ada kesepakatan dalam pembicaraan antara Freeport Indonesia dan Tsingshan, Orias mengatakan hal itu tampaknya belum bisa diputuskan dalam waktu dekat.

"Kami mau melangkah cepat, tapi kita juga paham dalam waktu dekat ini dengan Tsingshan kita akan hadapi dua kali tahun baru, sekarang dan Februari (Imlek) yang memang akan berdampak pada seberapa cepat keputusan-keputusan penting diambil," ujar Orias.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut