FedEx dan UPS Terpukul dengan Ekspansi Bisnis Jasa Pengiriman Amazon
JAKARTA, iNews.id - Perusahaan e-commerce terbesar asal Amerika Serikat (AS), Amazon.com Inc yang memiliki jasa pengiriman sendiri akan memulai ekspansi di sektor usaha tersebut. Selain itu, Amazon mempertimbangkan untuk menawarkan jasa pengiriman tersebut ke bisnis lain.
"Amazon dilaporkan memulai perluasan lebih lanjut dari jasa pengiriman dengan rencana untuk mengambil dari perusahaan yang menjual di situsnya," demikian laporan Wall Street Journal yang dikutip dari BBC, Sabtu (10/2/2018).
Seiring dengan berkembangnya jaringan Amazon, hal tersebut menyebabkan meningkatnya pertanyaan mengenai seberapa baik perusahaan jasa pengiriman yang telah berjalan lama seperti FedEx dan UPS dapat bersaing. Padahal selama ini, kedua perusahaan jasa pengiriman tersebut menganggap Amazon sebagai pelanggan.
Dengan demikian, hal tersebut menyebabkan investor mencampakkan saham kedua perusahaan jasa pengiriman itu untuk merespons berita tersebut. Saat ini, Amazon telah menawarkan jasa pengirimannya ke merchant yang menggunakan gudangnya.
Di bawah pengerjaan oleh Amazon dan rencana lainnya, perusahaan menangani pengiriman produk yang merchant simpan di gudang perusahaan, termasuk ke pelanggan non-Amazon. Rencana baru ini berjalan selangkah lebih jauh, termasuk pick-up dari vendor.
Hal ini telah dimulai di London, Inggris dan diperkirakan akan segera diluncurkan di Los Angeles, AS dengan tujuan untuk memperluas ke kota-kota lain di tahun ini. Namun, Amazon enggan berkomentar mengenai hal tersebut.
E-commerce raksasa tersebut telah lama berfokus mempercepat proses pengiriman dari penjualan online-nya dengan mengurangi jeda waktu kirim, sambil mencoba mengurangi biaya pengiriman yang mencapai 21,7 miliar dolar AS pada 2017.
Fokus tersebut membuat perusahaan menginvestasikan miliaran dolar AS untuk jaringan logistiknya, seperti membangun gudang, menyebar pesawat terbang dan menyewa truk pengantar.
Amazon juga membeli toko makanan kelas atas, Whole Foods, tahun lalu. Pada minggu ini, perusahaan tersebut mengatakan, akan melakukan pengiriman barang dua jam dari toko kepada pelanggan dari beberapa kota.
Editor: Ranto Rajagukguk