Evergrande Kantongi Rp12,22 Triliun setelah Batalkan Kontrak Pembangunan Stadion Baru
BEIJING, iNews.id - Perusahaan properti China Evergrande Group bakal menerima 818 juta dolar AS atau setara Rp12,22 triliun setelah membatalkan kontrak pembangunan stadion sepak bola baru. Pembangunan stadion dimulai lebih dari dua tahun lalu, tetapi dilanda masalah selama berbulan-bulan.
Mengutip dari BBC, Minggu (7/8/2022), pembangunan stadion itu diperuntukkan bagi Guangzhou FC, tim papan atas yang dibeli Evergrande sebagai pengendali pada 2010. Perusahaan menyebut, uang dari kesepakatan itu akan digunakan untuk melunasi utang terkait proyek tersebut.
Evergrande telah berjuang sejak tahun lalu di bawah beban lebih dari 300 miliar dolar AS utang, di mana sekitar 20 miliar dolar AS dipegang oleh investor dari luar negeri.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, tanah, bangunan, dan barang-barang lain yang terkait dengan stadion akan dialihkan ke Biro Perencanaan Kota dan Sumber Daya Alam Guangzhou, tulis Evergrande dalam sebuah pernyataan kepada Bursa Efek Hong Kong.
Evergrande Gagal Penuhi Rencana Restrukturisasi Utang
Sebelumnya, pada September 2021, pekerjaan pembangunan di Stadion Sepak Bola Guangzhou Evergrande akan berlanjut meskipun krisis utang. Tetapi sebuah badan pemerintah mengambil alih stadion tahun lalu dan berencana untuk menjualnya.
Pada saat itu, diilaporkan bahwa Evergrande juga mempertimbangkan untuk menjual Guangzhou FC. Namun pernyataan terbaru Evergrande tidak menyebut klub tersebut.
Gagal Penuhi Kewajiban, Evergrande Diperintahkan Bayar Rp16 Triliun ke Penjamin
Pada April 2020, perusahaan membayar 1 miliar dolar AS untuk menggunakan tanah dan konstruksi pada proyek tersebut berlangsung pada tahun yang sama.
Evergrande Tawarkan 2 Aset dalam Proposal Restrukturisasi Utang kepada Kreditur Luar Negeri
Stadion senilai 1,8 miliar dolar AS tersebut diharapkan memiliki setidaknya 80.000 kursi dan dijadwalkan akan selesai pada akhir tahun ini.
Pada hari Minggu, Evergrande mengatakan bahwa salah satu anak perusahaannya telah diperintahkan untuk membayar 1,1 miliar dolar AS karena gagal memenuhi kewajiban utangnya. Evergrande Group (Nanchang) Co Ltd harus melakukan pembayaran kepada penjamin atas kewajibannya.
5 Penemuan yang Tidak Sengaja Tercipta, Namun Mampu Mengubah Dunia: Coca Cola Awalnya Minuman Obat
Perusahaan mengatakan akan menawarkan paket aset kreditur yang mungkin termasuk saham di unit luar negeri, seperti bisnis kendaraan listrik dan penyedia layanan properti sebagai pemanis.
Bulan lalu, perusahaan itu mengatakan dua eksekutif puncaknya telah mengundurkan diri, setelah penyelidikan internal menemukan bahwa mereka menyalahgunakan pinjaman sekitar 2 miliar dolar AS.
Editor: Aditya Pratama