Ericsson hingga Nokia Umumkan Rencana Hengkang dari Rusia
MOSKOW, iNews.id - Beberapa perusahaan teknologi Barat, seperti Ericsson dan Nokia mengumumkan rencana untuk keluar sepenuhnya dari Rusia pada Senin (29/8/2022). Pengumuman ini menyusul Dell yang melakukan hal serupa pada pekan lalu.
Mengutip Reuters, Ericsson menyampaikan, pihaknya secara bertahap akan menarik diri dari Rusia selama beberapa bulan mendatang. Sementara saingannya dari Finlandia, Nokia berencana untuk keluar dari Moskow pada akhir tahun.
Selain itu, Logitech International yang berbasis di Swiss juga mengatakan akan menghentikan kegiatannya yang tersisa di Rusia setelah menangguhkan operasinya pada bulan Maret.
Lebih banyak perusahaan barat menjual atau menarik bisnis dari Rusia setelah menghentikan operasi imbas Moskow mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.
Rusia Minta Komunitas Internasional Tekan Ukraina untuk Tidak Serang Fasilitas Nuklir Zaporizhzhia
Analis PP Foresight, Paolo Pescatore mengatakan, proses tersebut membutuhkan perencanaan yang cermat mengingat tantangan politik yang sedang berlangsung.
"Kami sekarang melihat buah dari rencana keluar yang telah berbulan-bulan dikerjakan. Mereka semua sekarang mengikutinya," kata Pescatore dikutip, Selasa (30/8/2022).
Ronny Lukito, Penjual Susu Keliling yang Sukses Mendirikan Eiger
Ericsson telah menangguhkan bisnisnya di Rusia tanpa batas pada bulan April, sementara Nokia melangkah lebih jauh dan mengatakan akan menarik diri sepenuhnya dari negara itu.
"Pada akhir tahun, sebagian besar karyawan kami di Rusia akan pindah dari Nokia, dan kami telah mengosongkan semua kantor kami. Kami akan mempertahankan kehadiran resmi di negara ini sampai penutupan hukum selesai," kata juru bicara Nokia.
Tarif Ojol Batal Naik, Ini Penjelasan Menhub