Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erick Thohir Kagum Timnas Futsal Indonesia Runner Up Piala Asia 2026, Soroti Kerja Keras dan Manajemen
Advertisement . Scroll to see content

Erick Thohir Ingin Beli Tambang Garam di Luar Negeri, Begini Penjelasan RNI

Jumat, 30 April 2021 - 12:52:00 WIB
Erick Thohir Ingin Beli Tambang Garam di Luar Negeri, Begini Penjelasan RNI
Menteri BUMN, Erick Thohir ingin perusahaan negara membeli tambang garam di luar negeri. (Foto: ilustrasi/Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN, Erick Thohir ingin perusahaan negara membeli tambang garam di luar negeri. Akuisisi ini diperlukan untuk menekan impor garam dari luar negeri.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI Arief Prasetyo Adi menjelaskan, akuisisi tambang garam di luar negeri untuk produksi garam berkualitas NaCL di atas 96 persen. Garam berkualitas tinggi ini biasanya khusus untuk industri.

"Pak Menteri membuka opportunity apabila harus men-take over tambang garam di luar, untuk transfer teknologi juga, untuk menyiapkan garam yang berkualitas NaCL di atas 96 persen untuk industri yang membutuhkan garam," ujarnya, Jumat (30/4/2021). 

Oleh karena itu, kata Arief, garam tersebut nantinya bukan untuk garam konsumsi yang biasa digunakan masyarakat. Pasalnya, standar kualitas garam konsumsi dan industri berbeda.

"Jadi bukan garam konsumsi, tapi garam industri. Kalau garam konsumsi kami rasa sudah cukup jadi teman-teman dari PT Garam produksinya sudah cukup baik," ucapnya.

Meski begitu, Arief menilai PT Garam perlu menekan biaya produksi garam konsumsi agar semakin efisien. "Karena kadang harganya jauh dengan harga yang dari luar," katanya.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan, proses akuisisi tambang garam akan dilakukan antara 2021-2023. BUMN yang akan mengelola hasil aset akuisisi adalah RNI, Holding Industri Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), dan PT Pupuk Indonesia (Persero). 

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut