Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegang! Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Advertisement . Scroll to see content

Ekspor Minyak Iran Tembus Level Tertinggi

Senin, 16 Januari 2023 - 07:22:00 WIB
Ekspor Minyak Iran Tembus Level Tertinggi
Ekspor minyak Iran tembus level tertinggi. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Ekspor minyak Iran mencapai level tertinggi baru dalam dua bulan terakhir 2022 dan berlanjut pada awal tahun ini meski ada sanksi Amerika Serikat (AS). Adapun ekspor minyak meningkat ke China dan Venezuela

Ekspor minyak Iran dibatasi sejak mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018 lalu memutuskan keluar dari perjanjian nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi untuk membatasi ekspor minyak Iran. Namun ekspor kembali meningkat saat Joe Biden menjadi presiden AS, yang berusaha untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir. 

Bahkan, ekspor minyak Iran diperkirakan mencapai level tertinggi sejak 2019. Ini terjadi meski ada hambatan seperti kebuntuan dalam pembicaraan tersebut dan persaingan dari minyak mentah Rusia yang didiskon.

Konsultan energi SVB International menyatakan, ekspor minyak mentah Iran pada Desember rata-rata 1,137 juta barel per hari (bph), naik 42.000 bph dari November. Ini merupakan angka tertinggi di 2022 yang dilaporkan SVB berdasarkan perkiraan yang diberikan sebelumnya.

"Dibandingkan dengan pemerintahan Trump, belum ada tindakan keras atau tindakan serius terhadap ekspor minyak Iran. Ekspor Januari sejauh ini kuat seperti bulan-bulan sebelumnya," kata Sara Vakhshouri dari SVB, dikutip dari Reuters, Senin (16/1/2023). 

"Permintaan China yang lebih rendah dan pasokan Rusia ke China telah menjadi tantangan besar bagi mereka. Sebagian besar minyaknya masih dikirim ke Timur Jauh, akhirnya ke China. Iran juga membantu Venezuela mengekspor minyaknya," imbuh dia. 

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih Adrienne Watson mengatakan, penegakan sanksi oleh pemerintah tegas, dan tokoh ekonomi makro Iran dengan jelas mendukungnya.

"Kami belum dan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap penghindar sanksi, bersama dengan sanksi terhadap perdagangan rudal dan drone Iran, dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Iran," ujar Watson. 

Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi pada akhir tahun lalu terhadap jaringan penyelundupan minyak yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Sementara Consultant Petro-Logistics, yang melacak pasokan minyak, mengatakan bahwa pihaknya juga melihat tren peningkatan ekspor minyak mentah Iran yang pada Desember mencapai level tertinggi sejak Maret 2019.

Kpler, sebuah perusahaan intelijen data, menyebut ekspor minyak mentah Iran sebanyak 1,23 juta bph pada November, tertinggi sejak Agustus 2022 dan hampir setara dengan April 2019 sebesar 1,27 juta bph, meskipun turun sedikit di bawah 1 juta bph pada Desember.

Kementerian Perminyakan Iran tidak menanggapi permintaan komentar tentang ekspor. Adapun rancangan anggaran negara Iran didasarkan pada pengiriman yang lebih tinggi, yaitu 1,4 juta bph.

Sementara itu, China adalah pelanggan terbesar Iran. Untuk menghindari sanksi, sebagian besar ekspor minyak mentah Iran ke China diganti namanya menjadi minyak mentah dari negara lain, menurut analis termasuk FGE. 

Iran pernah menyatakan, dokumen dipalsukan untuk menyembunyikan asal kargo Iran. Iran tahun lalu juga memperluas perannya di Venezuela, meski di bawah sanksi AS.

Tidak ada angka pasti untuk ekspor minyak Iran. Perusahaan pelacak kapal tanker menggunakan berbagai metode untuk melacaknya, termasuk data satelit, data pemuatan pelabuhan, dan kecerdasan manusia. Iran umumnya tidak merilis angka.

Menurut analis lain, Vortexa, impor minyak Iran China pada Desember mencapai rekor baru 1,2 juta bph, naik 130 persen dari tahun sebelumnya.

"Sebagian besar pengiriman ini sampai di Shandong, di mana kilang independen telah beralih ke nilai diskon sejak paruh kedua tahun 2022 di tengah permintaan domestik yang lesu dan margin penyulingan yang tertekan," kata perusahaan itu.

Departemen pers Kementerian Luar Negeri China mengatakan, "Kerja sama yang sah dan masuk akal antara China dan Iran di bawah kerangka hukum internasional patut dihormati dan dilindungi." 

Kesepakatan nuklir yang dihidupkan kembali akan memungkinkan Iran meningkatkan penjualan ke bekas pembeli seperti Korea Selatan dan Eropa. Namun, pembicaraan telah menemui jalan buntu sejak September, dan utusan khusus Washington untuk Iran mengatakan pada November lalu, tindakan keras Iran terhadap pengunjuk rasa antipemerintah dan penjualan drone ke Rusia telah mengalihkan fokus Washington dari kesepakatan itu.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut