Dukung Pembangunan IKN, 6 BUMN Bentuk Perusahaan Patungan
JAKARTA, iNews.id - Kementerian BUMN resmi membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Karya Logistik Nusantara (KLN). Terdapat enam BUMN konstruksi yang turut serta mendirikan joint venture itu.
Keenam BUMN tersebut di antaranya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo menuturkan, pembentukan KLN diresmikan pada 10 Februari 2023 lalu dan bertujuan mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Khususnya, menyediakan bahan dasar konstruksi hingga fokus pada bidang bisnis beton pracetak dan perdagangan material konstruksi.
Siloam Hospitals Jajaki Investasi Kesehatan di IKN Nusantara
“Hadirnya PT KLN diharapkan terselenggaranya proyek pembangunan IKN dengan memberikan jaminan supply dan mutu produk material konstruksi,” ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis, Kamis (16/3/2023).
Rumah Pekerja Konstruksi di IKN Jadi Role Model Hunian Masa Depan
Tjahjo menambahkan, rencana pemindahan IKN membuat adanya pembangunan secara massif kawasan IKN, di mana terdapat kebutuhan material konstruksi yang sangat besar, khususnya kebutuhan beton.
Melihat peluang ini, enam BUMN ini menginisiasi membentuk sebuah perusahaan yang khusus, untuk memastikan kebutuhan dasar konstruksi terpenuhi selama proses pembangunan IKN.
Hashim Pastikan Program Jokowi Akan Dilanjutkan Prabowo termasuk IKN
“Dengan kantor operasi berkedudukan di Balikpapan, PT KLN saat ini sudah mulai beroperasi dan sesegera mungkin memasok kebutuhan beton pada proyek-proyek di IKN. Melalui PT KLN ini juga dapat menunjang kegiatan usaha perusahaan,” tuturnya.
KLN telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0011167.AH.01.01 tahun 2023. Adapun modal dasar usaha patungan tercatat mencapai Rp340 miliar serta modal yang telah ditempatkan dan disetor sebesar Rp85 miliar.
Gubernur Kaltim: IKN Dibangun di Hutan Produksi, Tidak Merusak Lingkungan
Editor: Aditya Pratama