Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bak Manusia, Jutaan Unta di Arab Saudi Bakal Dapat Paspor
Advertisement . Scroll to see content

Dua Tahun Jemaah Indonesia Tunggu Izin Umrah Dibuka Arab Saudi, Gagal Lagi Gara-gara Varian Omicron

Selasa, 21 Desember 2021 - 12:18:00 WIB
Dua Tahun Jemaah Indonesia Tunggu Izin Umrah Dibuka Arab Saudi, Gagal Lagi Gara-gara Varian Omicron
Keberangkatan jemaah umrah ditunda imbas Omicron masuk Indonesia. (Foto: Ilustrasi/Ist).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jemaah umrah Indonesia harus kembali menelan pil pahit. Pasalnya, izin ibadah umrah bagi jemaah Indonesia yang diberikan Arab Saudi setelah dua tahun menunggu, harus kembali ditunda karena munculnya virus Covid-19 varian Omicron

Hal itu membuat kecewa agen jemaat dan agen travel yang sudah menunggu keberangkatan perdana jemaah umrah Indonesia yang dijadwalkan pada 23 Desember 2021. 

Seperti diketahui, Pemeritah Arab Saudi akhirnya memberi izin bagi jemaah Indonesia untuk melaksanakan Ibadah Umrah dengan pemberangkatan perdana pada 23 Desember 2021. 

Namun pemerintah Arab Saudi kemudian menunda keputusan tersebut, karena melihat perkembangan virus Covid-19 varian Omicron yang telah mewabah di sejumlah negara. Keputusan tersebut mengecewakan jemaah dan agen travel umrah karena dinilai mendadak dan dilakukan sepihak.

Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Zaky Zakaria Anshary mengatakan, tentunya pembatalan keberangkatan umrah ini menimbulkan kerugian bagi jemaah dan agen travel umrah.

"Ini variatif tentunya, maksudnya kerugian seperti ada grup peserta yang berangkat tanggal 23 (Desember) besok, ini sudah beli tiket connecting dari daerah ke Jakarta, tentu rugi kalau nggak bisa refund," ujar Zaky dalam Market Review IDX Channel, Selasa (21/12/2021).

Lanjutnya, beberapa visa jemaah juga sudah terbit sehingga jika umrah diundur, limit visa tersebut perlahan akan hangus dan jemaah harus mengurusnya kembali.

Kemudian, ada beberapa vendor fasilitas umrah yang sudah membayar biaya hotel bagi para jemaah. "Hal ini tentu akan dilihat, apakah bisa direschedule atau hangus," kata Zaky.

Adanya pengunduran keberangkatan umrah secara sepihak dinilai mengecewakan para jemaah. Bahkan, ada yang ingin melakukan aksi ke jalan untuk menuntut pemerintah terkait hal ini.

"Tentunya asosiasi perlu menahan aspirasi seperti ini," ungkap Zaky.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut