Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragedi Siswa SD di Ngada Meninggal Gantung Diri, Sang Ibu Ungkap Cerita Terakhir
Advertisement . Scroll to see content

Danantara: Compliance Penting bagi Perusahaan, Strategi Jaga Keberlanjutan Bisnis

Sabtu, 26 April 2025 - 20:46:00 WIB
Danantara: Compliance Penting bagi Perusahaan, Strategi Jaga Keberlanjutan Bisnis
Managing Director Internal Audit Danantara Ahmad Hidayat. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Managing Director Internal Audit Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Ahmad Hidayat menekankan kepatuhan alias compliance penting bagi suatu perusahaan. Compliance bukan sekadar kewajiban.

Dia menuturkan, compliance merupakan kunci suatu perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

“Kepatuhan bukan hanya kewajiban, tetapi strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Ahmad dalam acara Strengthening Compliance & Risk Management in Indonesia di The Dharmawangsa Jakarta, dikutip Sabtu (26/4/2025).

Acara tersebut digelar untuk memberikan pemahaman praktis bagi para profesional di bidang legal, compliance, dan manajemen risiko. 

Perusahaan dengan eksposur internasional, terutama yang terhubung ke jaringan supply chain global atau menerima investasi asing, wajib membangun kerangka kerja Anti-Bribery & Corruption (AB&C) serta Anti-Money Laundering (AML) yang kokoh. 

Risiko tidak hanya datang dari praktik korupsi yang disengaja, tapi juga dari ketidaktahuan dan kelalaian dalam menjalankan fungsi kontrol internal. Oleh karena itu, pemahaman terhadap tren penegakan hukum menjadi kunci.

Penasihat Senior di Moores Rowland Indonesia, Marzuki Darusman mengatakan perusahaan tidah lagi bisa mengandalkan pendekatan reaktif menyikapi tantangan regulasi global. Namun, perlu membangun sistem compliance.

“Kompleksitas regulasi internasional semakin meningkat. Perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan reaktif, mereka harus proaktif membangun sistem kepatuhan,” kata Marzuki.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengatakan membangun tata kelola perusahaan berbasis integritas harus dilakukan. 

“Penerapan kebijakan antikorupsi harus menjadi bagian integral dari strategi perusahaan, bukan sekadar dokumen formalitas," kata dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut