Dahlan Iskan Ngaku Pernah Dimintai THR oleh Anggota DPR saat Jadi Dirut PLN
JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menceritakan pengalamannya selama menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Hal ini diungkap Dahlan melalui wawancara dengan Akbar Faizal di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored.
Dahlan menjabat Direktur Utama PLN pada 2009 lalu. Selama menjabat, dia mengaku pernah dimintai sejumlah uang oleh anggota DPR dengan dalih uang Tunjangan Hari Raya (THR) kala itu.
"Belum pernah saya ceritakan, jadi ketika mau lebaran Idul Fitri, salah satu direktur saya di PLN tergopoh-gopoh menemui saya. Pak, tadi saya dipanggil oleh anggota DPR, kemudian, tidak minta sih, tapi menanyakan uang THR untuk anggota DPR, hadiah lebaran," ujar Dahlan dikutip, Minggu (9/1/2022).
Dahlan yang saat itu baru menjadi Dirut PLN menyebut bahwa direktur yang bertemu anggota DPR itu juga tidak berani menjawab permintaan tersebut. Akhirnya, dia melakukan perundingan dengan direksi untuk mengambil keputusan.
Korsel-Jepang Desak Pemerintah Indonesia Buka Ekspor Batu Bara
Dia menjelaskan, pihaknya membuat daftar konsekuensi jika tidak memberikan "THR" tersebut kepada anggota DPR. Seperti, sering dipanggil rapat DPR, anggaran subsidi akan dipersulit hingga diberhentikan sebagai direksi.
Belanda Jadi Negara Tujuan Ekspor RI Terbesar di Eropa, Capai Rp51,54 Triliun
Kemudian, diputuskan bahwa PLN tidak memberikan "THR" tersebut kepada oknum anggota DPR tersebut. Namun, para direksi masih bingung cara menyampaikannya kepada si oknum.
"Sejak saat itulah terkenal saya dimusuhi oleh DPR. Sampai saya jadi Menteri juga dimusuhi," ucap Dahlan.
Erick Thohir Kunjungi Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ada Apa?
Mengenai nominal yang diminta, dirinya tidak mengingat secara rinci, namun kisarannya mencapai jutaan dolar.
"Kalau dirupiahkan miliaran, lah, agak lupa. Juta dolar, minta atas nama teman-teman, atas nama komisi. Saya nggak tahu betul tidaknya, tapi dia ngomongnya begitu," tuturnya.
Rencana Menteri BUMN Ganti Garuda Indonesia dengan Pelita Air, Dahlan Iskan: Memang Cerdas
Editor: Aditya Pratama