Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Pangkalan Gas Jadi Ladang Cuan, BRILink Agen Buka Peluang Penghasilan
Advertisement . Scroll to see content

Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I-2026, Dana Murah Tembus Rp1.000 T

Senin, 04 Mei 2026 - 11:07:00 WIB
Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I-2026, Dana Murah Tembus Rp1.000 T
Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I-2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). (Foto: dok BRI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat struktur pendanaan pada awal 2026 guna menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund/CoF) sekaligus memperkokoh fundamental bisnis perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BRI dalam mendorong pertumbuhan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I-2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network and Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance and Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Hingga akhir Maret 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 9,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.555 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) BRI yang naik 13,2 persen yoy menjadi Rp1.058,6 triliun.

Hery menambahkan, giro dan tabungan tercatat tumbuh double digit dengan masing-masing tumbuh 15,6 persen yoy dan 11,5 persen yoy. “Angka tersebut juga menandai tonggak penting bagi BRI, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, pencapaian tabungan BRI berhasil menembus level Rp600 triliun, atau tepatnya mencapai Rp605,8 triliun,” ujarnya.

Peningkatan CASA tersebut mendorong rasio CASA BRI mencapai 68,07 persen, dari 65,77 persen pada periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini sejalan dengan semakin tingginya volume transaksi melalui berbagai kanal digital seperti BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI. 

Struktur pendanaan yang semakin solid tersebut berhasil menurunkan biaya dana BRI menjadi 2,3 persen, membaik dibandingkan dengan posisi pada Triwulan I-2025 sebesar 3 persen. “Ini menunjukkan efektivitas strategi BRI dalam memperkuat CASA dan mengelola struktur pendanaan yang lebih efisien, sehingga memberikan ruang yang lebih baik bagi margin ke depan,” katanya.

Penguatan struktur pendanaan tersebut turut menopang kinerja keuangan Perseroan secara keseluruhan. Hingga Triwulan I-2026, total aset BRI tumbuh 7,2 persen yoy menjadi Rp2.250 triliun, yang didukung oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 13,7 persen yoy menjadi Rp1.562 triliun. Dengan fundamental yang kuat serta efisiensi biaya dana yang terus terjaga, BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen yoy.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien. Di satu sisi, pertumbuhan kredit yang tetap kuat memberikan dorongan terhadap pendapatan bunga. Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan, katanya.

Editor: Rizqa Leony Putri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut