Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang
Advertisement . Scroll to see content

China Hadapi Eksodus Jutawan Terbesar di Tengah Pelambatan Ekonomi

Rabu, 14 Juni 2023 - 11:44:00 WIB
China Hadapi Eksodus Jutawan Terbesar di Tengah Pelambatan Ekonomi
China hadapi eksodus jutawan terbesar di tengah pelambatan ekonomi. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - China bakal menghadapi eksodus jutawan terbesar secara global pada tahun ini. Itu terjadi karena melambatnya perekonomian negara tersebut. 

Henley & Partners dalam Henley Private Wealth Migration Report memperkirakan China akan kehilangan 13.500 individu berpenghasilan tinggi, dengan kekayaan yang dapat diinvestasikan lebih dari 1 juta dolar AS. Di posisi kedua, India dengan eksodus jutawan sekitar 6.500 orang, dan Inggris sebanyak 3.200 orang.   

Dorongan Presiden China Xi Jinping mengenai kemakmuran bersama membuat banyak pengusaha China memilih pindah ke negara yang lebih ramah, seperti Singapura atau menyiapkan rencana cadangan dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, pembatasan Covid-19 di yang berkepanjangan di sana juga menjadi alasan orang kaya China meninggalkan negaranya. 

"Pertumbuhan kekayaan umum di China telah melambat selama beberapa tahun terakhir, yang berarti arus keluar baru-baru ini bisa lebih parah dari biasanya," kata Kepala Penelitian di perusahaan intelijen kekayan New World Wealth dalam laporan tersebut, dikutip dari The Straits Times, Rabu (14/6/2023). 

Menurut laporan itu, perekonomian China tumbuh kuat pada periode 2000 hingga 2017, namun pertumbuhan kekayaan dan jutawan di negara tersebut diabaikan sejak saat itu.

Sementara eksodus orang-orang berpenghasilan tinggi di Inggris kemungkinan akan berlipat ganda, menjadikannya negara dengan eksodus jutawan terbesar ketiga secara global, di atas Rusia yang berada di posisi ke keempat. Itu terjadi karena masalah dari perdebatan tentang pembayar pajak yang tidak berdomisili hingga Brexit.

Di sisi lain, Australia diperkirakan akan melampaui Uni Emirat Arab (UEA) untuk menjadi negara teratas yang menarik masuknya individu berpenghasilan tinggi, dengan Singapura di tempat ketiga. Diperkirakan sekitar 5.200 jutawan akan pindah ke Australia pada 2023.

Adapun angka-angka dalam laporan tersebut hanya berfokus pada individu berpenghasilan tinggi yang telah pindah, yaitu, yang tinggal di negara baru mereka lebih dari enam bulan dalam setahun.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut