Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Buka Suara soal Stok BBM di SPBU Shell Kosong
Advertisement . Scroll to see content

Cadangan Nikel RI Disebut hanya Bertahan 9 Tahun Lagi, Bahlil: Di Papua Belum Diapa-apain

Kamis, 16 Februari 2023 - 20:47:00 WIB
Cadangan Nikel RI Disebut hanya Bertahan 9 Tahun Lagi, Bahlil: Di Papua Belum Diapa-apain
Cadangan nikel RI disebut hanya bertahan 9 tahun lagi, Menteri Investasi Bahli Lahadalia membantah. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membantah cadangan nikel Indonesia hanya bertahan 9 hingga 13 tahun lagi. Menurutnya, cadangan nikel di Tanah Air masih berlimpah.  

"Kalau dibilang 9 tahun lagi, siapa sih yang bilang 9 tahun lagi? Aku enggak pernah mendengar itu," katanya di Jakarta, Kamis (16/2/2023).

Dia menegaskan, cadangan nikel di Indonesia masih banyak yang belum dieksplorasi. Misalnya, di Papua.

"Di Papua kan belum diapa-apain. Jayapura, Nabire, itu banyak. Raja Ampat, itu masih ratusan juta. Jadi masih banyak nikel kita," ujarnya.

Dia menuturkan, umur smelter di Indonesia rata-rata 10 hingga 20 tahun. Apalagi, cadangan nikel Indonesia terbesar di dunia,di mana 25 persen cadangan nikel dunia ada di Indonesia. 

Selain itu, Bahlil juga menyebutkan Indonesia baru menggarap nikel secara masif pada 2017-2018. Karena itu, pemerintah akan tetap mendorong pembangunan smelter nikel, yang ditargetkan mencapai 53 smelter pada 2024. Dia pun meyakini langkah tersebut dapat menambah 40 persen nilai tambah nikel. 

Sementara untuk menjaga keseimbangan produksi nikel, pemerintah mengedepankan pemakaian teknologi dan energi terbarukan. 

"Jadi kalau dibilang mau dibatasi, cara membatasinya adalah dengan membuat mereka jangan bikin nilai tambahnya 80 persen tapi harus dengan sampai end to end," tuturnya. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut