Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar 5 CEO Terkaya di Dunia 2025, Elon Musk hingga Jensen Huang
Advertisement . Scroll to see content

Bursa AS Bergejolak, Buffett: Investor Jangka Panjang Tak Usah Panik

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:58:00 WIB
Bursa AS Bergejolak, Buffett: Investor Jangka Panjang Tak Usah Panik
Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway In., Warren Buffett. (Foto: Business Insider)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.idWarren Buffett, miliarder yang kaya lewat perusahaan investasi Berkshire Hathaway Inc. kembali mengingatkan supaya investor tidak panik dan tetap fokus dengan strategi investasi yang simpel di tengah gejolak yang terjadi bursa saham Amerika Serikat (AS).

Dilansir Bloomberg, dalam suratnya kepada pemegang saham Berkshire, Buffett kembali menyatakan bahwa kepanikan manajer investasi tidak menguntungkan siapapun, kecuali perusahaan sekuritas yang mendapatkan biaya jasa (fee) yang dikenakan atas transaksi setiap saham.

“Kinerja saham bisa naik, bisa turun. Yang jelas, fee tidak akan pernah berubah,” kata Buffett, seperti dikutip pada Minggu (25/2/2018).

Surat yang ditulis setiap tahun itu hanya 17 halaman, lebih pendek dibandingkan surat Buffet tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, panjang suratnya bisa mencapai 29 halaman.

Buffett pun menantang para manajer invstasi untuk mencari instrumen investasi yang bisa mengalahkan kinerja Indeks S&P 500 selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Dalam sebuah taruhan amalnya dengan Protege Partners, kata Buffet, orang-orang seharusnya mengambil pelajaran bahwa tidak mudah untuk mengotak-atik portofolio investasi karena dia yang bekerja sama dengan Protege Partners dengan mudah dikalahkan S&P 500 saat taruhan berakhir 31 Desember lalu.

“Adalah sebuah kesalahan besar bagi investor dengan horizon jangka panjang -termasuk didalamnya dana pensiun, dana abadi pendidikan, dan individu yang senang menabung-  mengukur rasio portofoilo saham dengan obligasi. Seringkali, keberadaan obligasi dalam sebuah portofolio investasi meningkatkan risiko di dalamnya,” ujar Buffet.

Nasihat Buffet ini dikatakannya sebulan ketika bursa Wall Street mengalami hari terburuk dalam tujuh tahun terakhir. Dia mengingatkan penggunaan instrumen leveraging untuk berinvestasi di saham karena hal itu bisa membuat rasa panik semakin membesar dalam periode volatilitas seperti sekarang ini.

“Tidak ada yang tahu seberapa jauh saham bisa jauh dalam waktu singkat. Bahkan jika Anda meminjam dalam jumlah kecil dan posisi Anda sedang tidak diancam oleh gejolak pasar, pikiran Anda mungkin menjadi bingung dengan berita-berita dan komentar yang menakutkan. Dan, pikiran yang tidak tenang tidak akan pernah bisa menghasilkan keputusan investasi yang tepat,” kata dia.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut