Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Peduli Sampah Nasional 2026, BRI Tegaskan Komitmen Lewat “Yok Kita Gas”
Advertisement . Scroll to see content

BRI Raup Laba Bersih Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025, Kredit Naik 12,3 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:49:00 WIB
BRI Raup Laba Bersih Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025, Kredit Naik 12,3 Persen
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan IV 2025, Kamis (26/2/2026). (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ata BRI mencatatkan laba bersih mencapai Rp57,13 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini terkoreksi 5,26 persen secara tahunan dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024 sebesar Rp60,30 triliun.

Kinerja pendapatan dari sisi top line perseroan justru menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pendapatan bunga BRI sepanjang tahun lalu tercatat berada di posisi Rp207,78 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 4,27 persen secara tahunan.

Di sisi lain, perseroan berhasil menjaga efisiensi dengan hanya mencatatkan kenaikan tipis pada beban bunga sebesar 1,2 persen secara tahunan menjadi Rp57,28 triliun. Kondisi ini membuat pendapatan bunga bersih beserta pendapatan jasa asuransi BRI melonjak hingga 5,54 persen secara tahunan menjadi Rp151,8 triliun di sepanjang tahun 2025.

Performa fungsi intermediasi bank juga terlihat sangat ekspansif yang ditandai dengan penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.521,49 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 12,31 persen secara tahunan. 

Ekspansi kredit tersebut turut mengantarkan total aset BRI menyentuh angka Rp2,13 triliun pada akhir periode tersebut.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengungkapkan, pertumbuhan kredit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang berada di level 9,6 persen.

"Pertumbuhan kredit BRI yang mencapai double digit tersebut mampu dibandingkan dengan penyaluran yang lebih prudent dan tumbuh secara sehat," ujar Hery dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan IV 2025, Kamis (26/2/2026).

Namun, pertumbuhan kredit yang cukup pesat ini dibarengi dengan kenaikan rasio kredit bermasalah, di mana nonperforming loan (NPL) gross tercatat meningkat ke level 3,29 persen dan NPL net naik menjadi 0,96 persen.

Dari sisi penghimpunan likuiditas, BRI tetap mencatatkan kinerja solid dengan total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.466,84 triliun pada akhir tahun 2025, atau tumbuh sebesar 7,42 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1.365,45 triliun.

Pertumbuhan DPK ini didukung oleh giro yang naik signifikan sebesar 19,66 persen menjadi Rp448,20 triliun, serta tabungan yang meningkat 7,93 persen menjadi Rp587,58 triliun, sementara deposito tercatat mengalami penyesuaian dari Rp446,46 triliun menjadi Rp431,05 triliun.

Keberhasilan BRI dalam menghimpun dana murah juga tercermin dari komposisi CASA yang cukup mendominasi yakni mencapai 70,61 persen dari total dana pihak ketiga yang terkumpul sebesar Rp1.466,84 triliun.

Meski demikian, tingginya laju penyaluran kredit dibandingkan pertumbuhan dana simpanan berdampak pada pengetatan likuiditas perseroan. Hal tersebut ditunjukkan dengan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) yang kini berada di level 91,96 persen pada penutupan tahun 2025.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut