BRI Dukung Taman Dahlia Jadi Ruang Hijau di Pusat Kota, Perekat Kebersamaan Warga
JAKARTA, iNews.id - Sulit membayangkan lahan hijau yang kini dipenuhi sayuran, tanaman obat keluarga, kolam ikan, hingga gazebo di RW 07 Kelurahan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dulunya merupakan lahan terbengkalai. Area itu semula dipenuhi puing dan sampah.
Di atas lahan seluas sekitar 300 meter persegi itu, warga kini menanam berbagai jenis sayuran dan memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang berkumpul. Namun sebelum menjadi Taman Urban Farming Dahlia seperti sekarang, kawasan tersebut sempat menjadi lokasi pembuangan sampah hingga tempat berjualan kambing.
"Jadi ini tadinya tahu sendiri ya, namanya warga di lingkungan, terkadang enggak boleh lihat lahan kosong mereka buang puing segala macam. Terkadang jadi tempat jual kambing. Kebetulan rumah saya persis di sebelah kebun, jadi agak bau," kata Pengurus Taman Urban Farming Dahlia, Sukarni saat ditemui iNews.id pada Senin (22/6/2026).
Berangkat dari keresahan itu, Sukarni bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 07 mulai menanam berbagai tanaman sederhana pada awal 2010-an. Pare dan pohon jeruk nipis menjadi tanaman pertama yang menghijaukan lahan tersebut.
Seiring waktu, semakin banyak warga yang ikut bergotong royong membersihkan area yang sebelumnya dipenuhi puing. Sedikit demi sedikit, lahan kosong itu berubah menjadi kebun yang lebih tertata dan produktif.
Perkembangan Taman Urban Farming Dahlia semakin pesat setelah mendapatkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI melalui program BRI Bertani di Kota (BRInita) pada 2022.
Dukungan tersebut menjadi angin segar karena selama bertahun-tahun pengelolaan kebun hanya mengandalkan swadaya warga.
"Terus terang yang namanya swadaya kan berat, kita ngeluarin modal itu lumayan berat. Karena hasilnya kan enggak seberapa," tuturnya.

Melalui program tersebut, BRI membantu berbagai kebutuhan pengembangan kebun mulai dari bibit tanaman hingga fasilitas pendukung seperti gazebo, kolam ikan, pagar, kanopi shelter, bedeng tanaman, pompa air, dan mesin pencacah.
"Kontribusinya dari BRI awal ya bibit dapat, kemudian ini fasilitasnya kayak pagar, bilik kamar mandi semua dapat," ujar Sukarni.
Tak hanya itu, pengurus kebun juga mendapatkan pelatihan terkait budidaya tanaman. "Dulu ada soal bercocok tanam dari BRI. Misalnya cara nanam, cara memelihara tanaman yang benar," katanya.
Meski hasil panen sayuran dan ikan lele kini dapat dijual untuk membantu operasional kebun, Sukarni menilai manfaat terbesar yang dirasakan warga bukanlah soal ekonomi. Menurut dia, Taman Urban Farming Dahlia justru menjadi ruang yang mempererat hubungan antarwarga.
"Kalau dibilang dari mulai kita awal enggak punya apa-apa, dampak positifnya pasti adalah. Saya bilang tadi (warga) guyub nih, rukun, bisa kumpul di sini. Yang tadinya jarang ketemu kan bisa jadi kumpul di sini. Silaturahmi itu yang kita jaga," tutur Sukarni.
Kebersamaan itu terasa saat masa panen tiba. Warga saling membantu, mulai dari memanen hingga mengolah hasil kebun.

"Kalau kita panen lele aja bapak-bapak yang ambilin, bantuin nyuci. Bareng-bareng. Jadi itu satu momen yang belum tentu semua orang bisa ngerasain," kata Sukarni.
Taman Urban Farming Dahlia juga berkembang menjadi sarana edukasi bagi anak-anak. Siswa PAUD kerap diajak belajar mengenal tanaman mulai dari proses menanam hingga memanen.
"Kalau misalnya kita sudah mau panen, ada PAUD yang pengen ke sini, yaudah kita bawa mereka ke sini, kita ajarkan gini lho cara kita panen. Misal mau menanam, kita kasih polybag, kita kasih bibit. Kita kasih tahu ke mereka tuh bahwa ini lho caranya merawat tanaman," tuturnya.
Manfaat keberadaan Taman Urban Farming Dahlia turut dirasakan warga sekitar. Salah seorang warga, Erwin mengatakan hasil panen kerap dibagikan kepada masyarakat.
"Lumayanlah, apalagi buat warga RW ya, ada panen-panen gitu bagi-bagi ke warga. Ada juga yang dijual. Hasil panen-panen, ada ikan lele, sayuran," katanya.
Menurut Erwin, aktivitas di Taman Urban Farming Dahlia membuat lingkungan menjadi lebih hidup.

"Sering ada kegiatan di sini. Ada pelatihan juga dari pihak BRI. Kerja sama dengan pihak BRI juga. Adalah kegiatan. Aktif banget," ujarnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan BRI terus menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui program urban farming.
Menurut dia, hasil kegiatan urban farming tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
"Panen bisa dipakai untuk pangan keluarga, dijual untuk tambah penghasilan, atau ditukar dalam program sosial sebagai apresiasi," ujar Dhanny.
Dia menambahkan, program BRInita diharapkan mampu mengurangi polusi, menambah ruang hijau perkotaan, sekaligus mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).
"Bersama, kita wujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan, demi masa depan pangan yang lebih baik untuk seluruh generasi," ucapnya.
Editor: Rizky Agustian