Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Inflasi RI di Februari 2026 Tembus 0,68%, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Emas Perhiasan
Advertisement . Scroll to see content

BPS Catat Impor RI Januari 2026 Melonjak 18,21% jadi 21,20 Miliar Dolar AS

Senin, 02 Maret 2026 - 11:48:00 WIB
BPS Catat Impor RI Januari 2026 Melonjak 18,21% jadi 21,20 Miliar Dolar AS
ilustrasi impor RI meningkat hingga 18,21 persen menjadi 21,20 miliar dolar AS. (dok. Pelindo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor RI pada Januari 2026 sebesar 21,20 miliar dolar AS. Angka ini melonjak 18,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono merinci, impor migas senilai 3,17 miliar dolar AS atau meningkat 27,52 persen (yoy). Sedangkan, impor nonmigas senilai 18,04 miliar dolar AS mengalami kenaikan 16,71 persen (yoy).

"Pada Januari tahun 2026 total nilai impor mencapai 21,20 miliar dolar AS atau meningkat 18,21 persen jika dibandingkan dengan Januari tahun 2025 yang lalu," ujar Ateng dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (2/3/2026).

Peningkatan nilai impor secara tahunan didorong oleh peningkatan nilai impor nonmigas dengan andil sebesar 14,40 persen. Menurut Ateng, jika dilihat menurut penggunaannya pada Januari 2026, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan.

"Nilai impor barang konsumsi naik 11,81 persen, nilai impor bahan baku atau penolong sebagai pendorong utama kenaikan impor ini naik 14,67 persen dengan andil 10,61 persen, impor barang modal naik cukup besar 35,32 persen," ungkap Ateng.

Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor non migas terjadi dengan China, Australia, Jepang dan Amerika Serikat yang memberikan andil 54,92 persen.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut