Bisnis Migas Merugi, Exxon Kurangi Karyawan di AS dan Kanada
IRVING, iNews.id - Perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat (AS), Exxon Mobil Corp akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sebagian karyawan di AS dan Kanada. Hal itu merupakan hasil dari penilaian tenaga kerja yang telah diselesaikan perusahaan.
Perusahaan minyak terbesar kedua AS berdasarkan nilai pasar itu telah mencatat kerugian hampir 1,7 miliar dolar AS dalam enam bulan pertama pada 2020. Sementara data dari IBES dari Refinitiv memperkirakan kerugian Exxon pada kuartal III tahun ini bisa mencapai 1,17 miliar dolar AS.
Dalam email kepada 75.000 karyawan, CEO Exxon Darren Woods mengatakan, pemangkasan adalah bagian dari rencana yang diluncurkan musim semi tahun ini. Hal itu untuk mendesain ulang cara kerja Exxon guna meningkatkan daya saing perusahaan, meskipun dia belum merinci jumlah karyawan yang dikurangi.
Sempat Disetop, Exxon Siap Kembali Operasikan Blok Cepu
“Saya berharap saya bisa mengatakan perusahaan sudah selesai dengan permasalahan ini, tapi kenyataannya belum. Kami masih memiliki hambatan yang signifikan, sayangnya akan lebih banyak staf yang harus dikurangi,” ujar Woods dikutip dari Reuters, Kamis (22/10/2020).
Exxon telah melampaui target pengurangan biaya operasional sebesar 1 miliar dolar AS, juga anggaran belanja modal sebesar 10 miliar dolar AS. Keadaan itu seiring dengan pandemi Covid-19 yang memangkas permintaan minyak sekitar 20 persen, sehingga memberikan dampak yang bisa merusak bisnis perusahaan.
Exxon lebih lambat dari pesaingnya untuk bereaksi terhadap penurunan harga minyak tahun ini. Perusahaan menambah pinjaman 23 miliar dolar AS untuk menopang neraca yang tertekan oleh kerugian, dan sebagian untuk pembayaran dividen tahunan sebesar 15 miliar dolar AS kepada pemegang saham.
Editor: Ranto Rajagukguk