Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SBY Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo: Keberhasilannya Baik bagi Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Bisa Hemat Anggaran Rp15 Triliun, Prabowo Minta Para Menteri Kurangi Dinas ke Luar Negeri!

Rabu, 04 Desember 2024 - 13:22:00 WIB
Bisa Hemat Anggaran Rp15 Triliun, Prabowo Minta Para Menteri Kurangi Dinas ke Luar Negeri!
Presiden Prabowo minta para menteri kurangi perjalanan dinas ke luar negeri (foto: screencapture)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat kementerian lembaga untuk mengurangi perjalanan dinas luar negeri. Sebab, langkah ini bisa menghemat anggaran hingga Rp15 triliun.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada pembukaan Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke 112 Muhammadiyah di Kupang pada hari ini, Rabu (4/12/2024).

"Saudara-saudara, hitungan kita perjalanan luar negeri saja itu, Indonesia ini perjalanan luar negeri pejabat-pejabat, 3 miliar dolar AS. Saya minta dikurangi 50 persen saja. Kalau bisa dikurangi 50 persen, artinya kita bisa menghemat Rp15 Triliun," ujar dia.

Eks Menteri Pertahanan ini menjelaskan bahwa dana tersebut bisa digunakan untuk membangun bendungan, irigasi hingga bangunan sekolah, serta dapat juga memberikan makan bagi para siswa.

"Tolonglah, ya, para menteri, puasa dulu, puasanya 5 tahun. Kalau 5 tahun kita hemat 1,5 miliar dolar AS dari perjalanan saja," kata Prabowo.

Prabowo pun memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan wakilnya untuk meneliti penghematan yang bisa dilakukan oleh pemerintah.

"Saya tapi sudah perintahkan menteri keuangan, wakil menteri keuangan, teliti. Semua program diteliti-seliti, ternyata cukup besar penghematan, cukup besar," ujar dia.

Prabowo juga meminta kepada kepala daerah yang terpilih pada Pilkada 2024 agar dapat mengurangi penggunaan anggaran yang tidak penting.

"Jadi saya mohon juga para gubernur terpilih, bupati terpilih, ketat, efisien, kurangi yang bersifat, tidak, kritis. Kritis untuk kepentingan rakyat, kritis kepentingan langsung. Tidak usah terlalu banyak seminar, kita sudah tahu kesulitan rakyat, sudah tahu," tandasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut