Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : ShopeeFood Deals Februari: Mie Gacoan Rp1, Live Streaming Keliling Jakarta, dan Giveaway
Advertisement . Scroll to see content

Berkat BRInita, Teh Herbal Jadi Produk Unggulan Poktan Bensor Semarang

Jumat, 17 November 2023 - 17:00:00 WIB
Berkat BRInita, Teh Herbal Jadi Produk Unggulan Poktan Bensor Semarang
Berkat dukungan BRI melalui program BRInita, kelompok tani Bendan Ngisor (Poktan Bensor) mampu hasilkan sayur-mayur dan teh telang di lahan sempit. (Foto: dok BRI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Keterbatasan yang ada sering menjadi kendala masyarakat dalam menghasilkan karya. Namun, hal tersebut bukan berarti menghentikan kemauan dan semangat untuk mengubah keterbatasan menjadi manfaat dan berbuah manis bagi masyarakat sekitar. Salah satunya bisa dilihat dari cerita kelompok tani Bendan Ngisor atau Poktan Bensor di Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Berkat dukungan BRI melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau BRI Peduli, melalui BRI Bertani di Kota (BRInita), masyarakat di daerah tersebut mampu menghasilkan sayur-mayur di lahan yang sempit. Dari keterbatasan lahan, mereka mampu menghasilkan produk unggulan teh herbal yang dimanfaatkan sebagai cuan tambahan. 

Diceritakan oleh Subroto selaku Ketua Poktan Bensor, kegiatan bercocok tanam ini sudah dilakukan warga sejak 2018. Mereka memanfaatkan taman warga untuk menanam sayur-mayur untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, saat itu kegiatan bercocok tanam masih dilakukan secara konvensional. 

Di awal 2023, BRI Peduli menyalurkan program BRInita bagi Poktan Bensor. Dalam program ini, BRI melakukan edukasi tentang bertani di lahan sempit atau urban farming. Tidak hanya itu, BRI juga memberikan bantuan infrastruktur seperti green house serta sarana dan prasarana lainnya.

Metode penanaman yang dilakukan cukup variatif, yaitu dengan Hidroponik dan Aquaponik. Tanaman yang dihasilkan antara lain selada, bayam merah, kangkung, pakcoy, terong, bayam, dan cabai. Selain itu, juga menghasilkan tanaman empon-empon yang merupakan tanaman sehat karena tidak mengandung pestisida.

Setiap kali masa panen tiba, para anggota Poktan Bensor selalu melakukan proses panen dengan penuh antusias dan semangat. Hal ini karena sayur-mayur yang menjadi hasil panen tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan anggota maupun masyarakat lainnya. Jika produksinya berlebih, bisa juga dipasarkan ke luar sehingga menjadi tambahan pendapatan masyarakat. 

Teh Herbal, Produk Unggulan yang Hasilkan Cuan

Selain tanaman sayuran, Urban Farming Poktan Bensor juga memiliki produk unggulan lainnya yang jadi sumber cuan. Produk tersebut adalah tanaman bunga telang yang diproses dari penanaman, penjemuran sampai menjadi bunga kering. Selanjutnya, dari bunga telang kering inilah diolah sebagai teh telang dan dipasarkan sebagai teh herbal. 

Subroto berharap, program ini bisa terus berkelanjutan dan secara konsisten dapat dijaga oleh masyarakat sekitar.

“Program ini sangat bermanfaat tentunya. Kami Poktan Bensor ingin mengajak dan memperkenalkan urban farming untuk masyarakat luas,” katanya. 

Kegiatan urban farming yang dilakukan Poktan Bensor juga mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Sunarti, yang berperan sebagai penyuluh pertanian lapangan dari Dinas Pertanian Kota Semarang menganggap urban farming adalah solusi yang tepat untuk keterbatasan lahan yang ada.

“Saya sebagai penyuluh lapangan Dinas Pertanian Kota Semarang berharap mudah-mudahan program ini akan selalu berkelanjutan sampai berhasil,” ucapnya. 

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan, BRI terus mewujudkan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui program-program yang secara nyata dapat mendorong perbaikan ekosistem lingkungan. Program BRInita menjadi salah satu komitmen nyata BRI bagi pelestarian lingkungan di tengah kota yang memanfaatkan lahan sempit di wilayah padat pemukiman.

“Program ini tidak hanya dilakukan di satu titik saja, namun tersebar di 21 titik di seluruh Indonesia. Dengan bantuan infrastruktur yang kami berikan, harapannya program ini secara kontinyu terus berjalan sehingga menjadi wadah positif bagi masyarakat. Kisah inspiratif yang ditunjukkan oleh Poktan Bensor diharapkan dapat ditiru oleh kelompok-kelompok lainnya,” tutur Hendy.

Editor: Anindita Trinoviana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut