Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menko Airlangga Dukung Program Milenial Smartframing untuk Peningkatan Produktivitas
Advertisement . Scroll to see content

Berhenti Kerja Kantoran, Petani Milenial di Klaten Raup Penghasilan Lebih Tinggi dalam Tiga Bulan

Jumat, 24 September 2021 - 13:49:00 WIB
Berhenti Kerja Kantoran, Petani Milenial di Klaten Raup Penghasilan Lebih Tinggi dalam Tiga Bulan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, berdialog dengan petani saat meninjau lokasi pertanian dengan konsep smart farming, di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (24/9/2021). (Foto: Istimewa0
Advertisement . Scroll to see content

KLATEN, iNews.id - Konsep smart farming membuat generasi milenial dapat menekuni profesi sebagai petani dan meraup penghasilan lebih tinggi dari kerja kantoran. 

Hal itu, diungkapkan Hartoyo, petani milenial di Klaten, Jawa Tengah, saat berdialog dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, Jumat (24/9/2021).

Menko Perekonomian berkesempatan meninjau lokasi pertanian yang dikembangkan petani milenial dengan konsep smart farming melalui penggunaan teknologi, dalam agenda kunjungan kerja di Klaten, Jawa Tengah. 

Dalam dialog tersebut, Hartoyo yang sebelumnya bekerja kantoran di Jakarta, mengaku memutuskan meninggalkan pekerjaannya untuk menekuni pertanian dengan konsep smart farming. 

Dia merasa tidak kesulitan karena sistem Smart Farming mudah diaplikasikan, dan terhubung dengan teknologi yang dapat diakses dari gadget atau gawai. Selain itu, penghasilan yang diperolehnya dari bertani jauh lebih tinggi daripada gajinya saat masih kerja kantoran. 

"Penghasilan saya dari bertani jauh lebih tinggi dari dulu saat masih bekerja kantoran," kata Hartoyo kepada Airlangga.  

Dia pun menjelaskan kepada Menko Airlangga mengenai mekanisasi pertanian otomatis menggunakan aplikasi yang diinstal di gawai tablet dan tenaga surya yang sudah digunakannya selama tiga bulan.

Aplikasi dan alat sensor cuaca dibuat oleh sebuah perusahaan rintisan anak bangsa. Sebelum sistem pertanian digital itu digunakan secara luas oleh petani milenial, perusahaan rintisan tersebut mencetuskan konsep Smart Farming 4.0 yang menjadi pemenang pertama Hermes Award kategori Startup pada gelaran Hannover Messe 2020.

Hartoyo mengungkapkan, konsep Smart Farming 4.0 memberi jalan keluar bagi petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Caranya adalah dengan menggunakan alat sensor dan aplikasi, yang memberikan informasi yang dapat membantu petani untuk meningkatkan produksi pertanian, termasuk mengurangi pemakaian pupuk dan air.

Konsep tersebut menjadi dasar menciptakan aplikasi mobile yang berbasis teknologi pertanian untuk membantu pencatatan sistem bertani, memilih pedoman budidaya, serta penanganan dan pengolahan pertanian yang baik. 

Mendengar penjelasan tersebut, Menko Airlangga menilai konsep smart farming dapat meningkatkan efisiensi pertanian dengan lebih mudah dan hemat namun dapat menghasilkan panen secara maksimal. Disamping itu petani juga dapat dengan mudah mendapatkan akses mitra dan pasar yang tepat.

Menurut Airlangga, permasalahan pada sektor pangan selalu menjadi perhatian di setiap negara. Pemerintah selalu berupaya memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan menjaga ketahanan pangan diantaranya melalui pemberdayaan petani, mendorong petani milenial, peningkatan produktivitas dan penggunaan teknologi.

Terkait dengan itu, Airlangga mendukung Program Millenial Smartfarming merupakan ekosistem pemberdayaan milenial melalui pembinaan dan pengembangan ekosistem pertanian digital (IoT) dari hulu ke hilir serta meningkatkan Inklusi Keuangan Desa. 

Program ini bertujuan mengimplementasikan pertanian cerdas dengan penerapan digitalisasi pertanian dengan Internet of Things (IoT), membentuk ekosistem pertanian dengan pembukaan akses pasar kepada petani, sehingga penghasilan petani terjamin serta mengoptimalkan inklusi keuangan perbankan di desa, dan memperkuat kelembagaan petani milenial yang dilakukan oleh berbagai stakeholder.

“Program Millennial Smartfarming diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dalam rangka untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak adanya pandemi Covid-19,” ungkap Menko Airlangga.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut