Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aura Kasih Diperiksa KPK Terkait Dugaan Dana Ridwan Kamil? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Bank BJB Kembangkan Desa Digital di 5 Daerah Jawa Barat

Rabu, 28 September 2022 - 09:08:00 WIB
Bank BJB Kembangkan Desa Digital di 5 Daerah Jawa Barat
PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) Wilayah III mengembangkan program desa digital di lima daerah Jawa Barat. (Foto: Fani Ferdiansyah)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) Wilayah III mengembangkan program desa digital di lima daerah Jawa Barat. 

Melalui program tersebut, teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi diimplementasikan dalam pelayanan publik serta perekonomian. 

CEO Regional III Bank BJB, R Lina Risnaeni Ahmad, mengatakan Kabupaten Garut menjadi salah satu lokasi proyek percontohan Desa Digital, tepatnya di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja. 

Selain di Garut, proyek percontohan atau pilot project desa digital juga dikembangkan serempak pada empat daerah lain yaitu Sumedang, Ciamis, Majalengka dan Indramayu. 

Pengembangan desa digital merupakan salah satu implementasi dari ditunjuknya BJB sebagai pelaksana digitalisasi Nusantara dengan Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu lalu. 

"Kebutuhan masyarakat saat ini terkait transparansi kecepatan dan lain-lain terakomodir dalam digitalisasi. Harapannya desa digital dapat memberikan layanan untuk masyarakat dan pemberdayaan masyarakat itu sendiri," kata Lina Risnaeni Ahmad kepada MNC Portal Indonesia (MPI) Rabu (28/9/2022). 

Dia memaparkan transparansi yang dilakukan salah satu poinnya melalui integrasi sistem keuangan desa melalui internet banking. 

"Nanti dalam aktivitas kedinasan aparat desa ada percepatan, ada transparansi, ada pelaporan yang juga sangat cepat," ujar Lina. 

Program desa digital diakui Lina Risnaeni Ahmad juga berperan dalam mengatasi jaringan kantor layanan BJB yang masih terbatas. Sebab digitalisasi ini akan mendorong tumbuhnya agen-agen BJB Bisa dan agen Laku Pandai di daerah. 

"Sebetulnya kami bisa menambah jaringan kantor, namun itu hanya dari sisi layanannya saja. Sementara dengan digitalisasi, dari sisi pemberdayaan masyarakat juga bisa terkaver, masyarakat dapat beraktivitas penuh mudah lalu secara ekonomos ada fee dari BJB-nya tersebut," ungkap Lina. 

Kemudian secara luas digitalisasi ini juga dapat merangkul sektor UMKM. "Karena kami memiliki beberapa program seperti Kredit Mesra, bahkan untuk plafond yang lebih tinggi itu ada KUR. Jadi memang ruang lingkupnya sangat luas," ujar Lina. 

Dia mengungkapkan, pemahaman terkait desa digital harus dilakukan pada dua sisi, yaitu perangkat desa dan masyarakat. Oleh karena itu, salah satu solusi dari tantangan itu adalah perlunya sosialisasi dan informasi yang komprehensif pada masyarakat, untuk memudahkan pelaksanaan desa digital. 

"Sebab apabila masyarakat tidak memanfaatkan, digitalisasi akan menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, dalam waktu dekat kami dan pemerintah akan memberikan pelatihan kepada aparatur desa dan masyarakat pada Oktober mendatang di Desa Wanajaya ini," tutur Lina. 

Kerja sama dengan pemerintah daerah mesti dibangun, karena selain sebagai pemegang saham, pemerintah juga lebih mengetahui prioritas yang akan diselaraskan dengan program BJB. 

"Pemerintah lebih tahu potensi mana yang prioritas, lalu dari sisi anggaran juga lebih transparan. Pada prinsipnya, tantangan dalam program ini adalah memberikan sosialisasi dan mengubah perilaku masyarakat ke arah digital," ungkap Lina.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut