Bank-Bank Top AS Naikkan Dividen Setelah Lolos Stress Test The Fed
NEW YORK, iNews.id - Bank-bank Top Amerika Serikat (AS) menaikan dividen triwulan III 2023 setelah lolos stress test Federal Reserve (The Fed) terkait kecukupan modal untuk menghadapi pelemahan ekonomi.
Adapun bank-bank Top AS yang telah mengumumkan kenaikan dividen pada triwulan III 2023, yaitu JPMorgan Chase (JPM.N), Wells Fargo (WFC.N), Citigroup, Goldman Sachs (GS.N) dan Morgan Stanley (MS.N).
JPMorgan, bank pemberi pinjaman terbesar di AS, berencana untuk meningkatkan dividen saham triwulana III tahun ini menjadi 1,05 dolar AS per saham dari 1,00 dolar AS per saham saat ini.
Wells Fargo akan meningkatkan dividennya menjadi 35 sen per saham dari 30 sen per saham. Dividen Citigroup akan naik menjadi 53 sen per saham dari 51 sen per saham.
Ketua The Fed: Jalan Turunkan Inflasi Masih Panjang
Goldman Sachs akan menaikkan dividen menjadi 2,75 dolar AS per saham dari 2,50 dolar AS per saham. Sedangkan dividen Morgan Stanley akan meningkat menjadi 85 sen per saham dari 77,5 sen per saham yang berlaku saat ini.
Bank-bank besar AS tersebut mengumumkan kenaikan dividen setelah melewati stress test The Fed terkait ketentuan modal yang harus disisihkan sebelum membagikan keuntungan kepada pemegang saham.
Goldman Sachs Bakal PHK 250 Karyawan Imbas Pengetatan Suku Bunga The Fed
Di bawah skenario The Fed tentang kecukupan modal perbankan, sebanyak 23 bank diuji termasuk JPMorgan, Bank of America, dan Goldman Sachs, yang diprediksi akan menderita kerugian gabungan 541 miliar dolar AS.
Namun hasil stress test The Fed menunjukkan bank-bank Top AS ini tetap tangguh meskipun kegagalan tiga bank regional sempat mengguncang industri perbankan AS di awal tahun ini.
Bank-bank besar tetap pada pijakan yang kuat bahkan ketika The Fed menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi, yang dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi.
"Hasilnya menunjukkan bahwa bank-bank ini mampu menahan tekanan berat dan mempertahankan penyangga modal di atas peraturan minimum, kredit positif," lembaga pemeringkat Moody's Investors Service dalam sebuah catatan, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (1/7/2023).
CEO Citigroup, Jane Fraser, mengatakan perseroan membeli kembali saham senilai 1 miliar dolar AS selama triwulan II dan akan terus mengevaluasi aksi modalnya di setiap triwulan.
Persyaratan stress capital buffer (SCB) Citigroup naik menjadi 4,3 persen, dari 4,0 persensaat ini, berbeda dengan rekan-rekan besar yang SCB-nya turun.
Ukuran SCB, lapisan modal tambahan yang diperkenalkan pada tahun 2020 yang berada di atas persyaratan modal minimum bank, mencerminkan seberapa baik kinerja bank dalam ujian.
"Meskipun kami jelas memilih untuk tidak melihat peningkatan stress capital buffer kami, hasil ini masih menunjukkan ketahanan finansial Citigroup di semua lingkungan ekonomi," kata Fraser.
Editor: Jeanny Aipassa