Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Rp12,83 Triliun, Jaga Daya Beli Masyarakat selama Ramadan-Idulfitri 2026
Advertisement . Scroll to see content

Atasi Munculnya Pekerja Anak, Nestle Bakal Beri Insentif Rp8 Juta bagi Petani Kakao

Minggu, 06 Februari 2022 - 20:05:00 WIB
Atasi Munculnya Pekerja Anak, Nestle Bakal Beri Insentif Rp8 Juta bagi Petani Kakao
Logo Netle. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nestle mengumumkan rencana memberikan insentif berupa uang tunai dengan nilai setara Rp8 juta bagi petani kakao di seluruh dunia. 

CEO Nestle, Mark Schneider, mengatakan insentif tersebut merupakan bagian dari program kesejahteraan bagi keluarga petani kakao, terutama untuk menunjang berbagai keperluan, seperti pendidikan anak.

Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk menutup kesenjangan sosial keluarga petani kakao, dan mengatasi terjadinya pekerja anak pada setiap proses produksi kakao. 

Rencana ini juga berfokus pada program Income Accelerator (akselerasi pendapatan) inovatif, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga petani, sekaligus memajukan praktik pertanian regeneratif dan kesetaraan gender.

"Ambisi kami adalah untuk memberikan dampak lebih yang positif dan nyata terhadap keluarga petani kakao yang jumlahnya meningkat, terutama di daerah yang mengalami kendala kemiskinan dan kelangkaan sumber daya. Selain itu, kami berharap program ini dapat membantu menutup kesenjangan kesejahteraan yang mereka hadapi dari waktu ke waktu," kata Mark Schneider, dalam siaran resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, dikutip Minggu (6/2/2022).

Selain untuk menutup kesenjangan dan membantu melindungi anak-anak, program ini juga menjunjung tinggi praktik yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan membantu mengamankan sumber pendapatan tambahan.

Melalui penerapan praktik ini, keluarga petani kakao dapat memperoleh tambahan hingga CHF 500 per tahun (atau
setara dengan Rp8 juta selama dua tahun pertama program.

Perusahaan menilai bahwa insentif yang lebih tinggi di awal akan membantu mempercepat penerapan praktik pertanian yang baik untuk membangun dampak di masa depan.

Adapun insentif ini kemudian akan disesuaikan menjadi CHF 250 (atau setara dengan Rp4 juta) setelah program mulai memberikan hasil yang nyata.

Perusahaan menegaskan bahwa insentif ini tidak dibayar berdasarkan volume kakao yang dijual dan inklusif untuk memberikan dukungan
yang berarti bagi petani kecil, tanpa terkecuali.

Berbeda dengan praktik pada umumnya, program ini juga menawarkan insentif keuangan bagi pasangan petani yang
biasanya bertanggung jawab atas pengeluaran rumah tangga dan pengasuhan anak.

Dengan membagi pembayaran antara petani dan pasangan, program ini membantu memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesetaraan gender.

Pembayaran akan diberikan melalui transfer layanan seluler terlindungi yang akan memastikan penelusuran langsung dari pemasok Nestlé bisa sampai ke penerima yang dituju. 
Perusahaan mencermati bahwa arus kas sepanjang tahun sering kali menjadi tantangan, maka insentif tunai akan dibagikan pada saat paling dibutuhkan.

Berdasarkan masukan dari para petani kakao, situasi tersebut termasuk pada masa kembali ke sekolah dan sebelum musim hujan.

Dalam proses ini, Nestle akan bekerja sama dengan mitra pihak ketiga, termasuk International Cocoa Initiative dan Rainforest Alliance, untuk memantau tingkat partisipasi.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut