Atap Baja Ringan KENCANA Tawarkan Ketahanan dan Kenyamanan Lebih Optimal
JAKARTA, iNews.id - Wacana penggantian atap seng dengan genteng tradisional melalui “gentengisasi” menjadi perhatian publik, setelah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor pada Senin (2/2/2026).
Gerakan tersebut menyoroti penggunaan atap seng yang selama ini dinilai memiliki keterbatasan, khususnya terkait panas dan potensi korosi. Menurut Prabowo, penggunaan atap seng sering kali menimbulkan masalah bagi penghuni rumah karena panas dan mudah berkarat.
Hal tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan termal tetapi juga memengaruhi estetika dan citra lingkungan permukiman. Karat pada seng dinilai sebagai simbol kemunduran dan tidak indah jika terus dominan di atap rumah Indonesia.
Secara umum, seng telah lama digunakan sebagai material atap karena pemasangannya relatif mudah dan biaya yang terjangkau. Namun, dalam kondisi iklim tropis seperti Indonesia, material seng cenderung menyerap panas matahari dengan cepat.
Jaga Keseimbangan Alam, KENCANA Tanam 1.000 Pohon Tiap Tahun
Selain itu, paparan cuaca ekstrem dan kelembapan tinggi dapat mempercepat terjadinya karat pada material tertentu. Akhirnya, hal tersebut memengaruhi kenyamanan hunian serta ketahanan bangunan dalam jangka panjang.