7 Putri Miliarder India, Calon Pewaris Bisnis Keluarga
JAKARTA, iNews.id - 7 putri miliarder India, calon pewaris bisnis keluarga. Para konglomerat India biasanya lebih menyukai putra mereka untuk meneruskan bisnis bahkan warisan.
Namun karena perubahan zaman, putri mereka kini muncul ke permukaan untuk meneruskan bisnis yang sudah dirintis.
Mengutip Forbes edisi Oktober 2022, berikut daftar 7 putri miliarder India yang berpeluang meneruskan bisnis keluarga:
Isha Ambani merupakan putri dari orang terkaya kedua di India, Mukesh Ambani. Isha bertugas untuk mengawasi cabang ritel Reliance Industries yang memiliki 15.000 toko di seluruh negeri seribu dewa itu.
Kisah Sukses Ben dan Jerry, Jadi Miliarder Berkat Bisnis Es Krim
Perusahaan ini mempunyai pendapatan hingga 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp392 triliun. Pada rapat pemegang saham tahunan Reliance di bulan Agustus lalu, Ambani menjelaskan rencana suksesinya, menunjuk Isha sebagai “pemimpin” bisnis ritel.
Isha memiliki beberapa tujuan, di antaranya meluncurkan merek barang konsumen yang bergerak cepat milik Reliance sendiri.
Kisah Peter Kelly, Pernah Dikeluarkan dari Kampus hingga Jadi Miliarder
Dengan saudara kembarnya, Akash, yang ditunjuk sebagai ketua unit telekomunikasi Reliance Jio pada bulan Juni, Isha bisa mendapatkan gelar tinggi yang serupa pada waktunya.
Pada bulan Mei, Lakhsmi Venu ditunjuk sebagai direktur pelaksana perusahaan komponen mobil yang dikendalikan oleh keluarganya. Diketahui perusahaan ini memiliki pendapatan senilai 225 juta dolar AS atau sekitar Rp3,5 triliun. Lakshmi membantu mengatur operasi perusahaan di Amerika Serikat (AS) yang menawarkan pelanggan seperti Cummins, Volvo, dan Hyundai.
Ayah Lakshmi, Venu Srinivasan, merupakan ketua emiritus Sundaram-Clayton. Lakhsmi juga merupakan wakil direktur pelaksana di TAFE Motors and Tractors Limited, anak perusahaan pembuat traktor Tractors & Farm Equipment yang diketuai ibunya, Mallika Srinivasan.
Farah Malik Bhanji memulai karirnya di bidang pemasaran dan kemudian berkembang menjadi pembenahan roadmap teknologi dan rantai pasokan Metro Brands Limited.
Dengan ketajaman bisnis yang kuat, perhatian terhadap detail, dan bakat untuk fashion, Farah Malik Bhanji telah membawa Metro Shoes ke era baru ritel modern. Dengan perannya sebagai pejuang terdepan, Metro Brands Limited telah mencapai pertumbuhan yang setara untuk organisasi dan juga karyawannya.
Farah telah menjadi personel kunci dalam mengembangkan hubungan dengan merek asing seperti Clarks, Crocs, dan Skechers, serta menciptakan hubungan yang mendalam dengan 250 lebih basis vendor yang kuat dan membantu memperluas jaringan toko dari 100 di 2010 menjadi 598 toko di 136 kota di India.
Alisha Malik merupakan adik Farah Malik Bhanji yang menjabat Managing Director Metro Brands Limited. Sementara itu, adiknya, Alisha, mempelopori penjualan online.
Ayah mereka, Rafique Malik merupakan chairman perusahaan yang memulai debutnya menjadi deretan orang terkaya di India berkat melonjaknya saham Metro Brands sejak pencatatan bulan Desember.
Kakak beradik tersebut mewakili generasi ketiga dalam bisnis toko sepatu yang didirikan oleh kakek mereka pada tahun 1955. Saat ini, Metro Brands memiliki 624 toko di 142 kota. Melalui penjualan online telah meningkatkan pendapatan menjadi 1,1 miliar rupee dari 190 juta rupee dua tahun lalu dan meyumbang lebih dari 8 persen dari total pendapatan.
Adwaita Nayar mempunyai ibu bernama Falguni Nayar yang termasuk dalam jajaran 100 orang terkaya di India setelah mendaftarkan raksasa ritelnya, Nykaa. Nayar sukses menciptakan lini bisnisnya sendiri melalui Nykaa Fashion pada tahun 2018. Saat ini, dia menjual 1.500 merek pakaian serta produk dekorasi rumah.
Vanati Saraf Mutreja menjalankan bisnis produsen bahan kimia khusus yang didirikan oleh ayahnya, Vinod Saraf pada tahun 1989. Diketahui pendapatan perusahaan ini mencapai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,1 triliun.
Perusahaan ini terkenal karena memproduksi bahan-bahan untuk ibuprofen. Akan tetapi fokusnya sekarang adalah memperluas portofolio produk sehingga tidak hanya bergantung pada beberapa produk saja.
Nisaba Godrej adalah generasi keempat dari keluarga Godrej. Dia merupakan anak bungsu dari Ketua Godrej Group, Adi Godrej.
Lima tahun lalu, Nisaba menggantikan posisi ayahnya menjadi ketua unit produk konsumen yang memproduksi berbagai produk, mulai dari sabun, insektisida, hingga pewarna rambut. Produk tersebut telah terjual di lebih dari 90 negara di Asia, Africa, dan Amerika Latin.
Nisaba juga menduduki jabatan sebagai Direktur Independen di perusahaan telekomunikasi Airtel dan Mahindra Group.
Itu tadi ulasan mengenai 7 putri miliarder India, calon pewaris bisnis keluarga. Semoga menambah informasi baru.
Editor: Aditya Pratama