3 Fakta Unik tentang Warren Buffett yang Tak Diduga Banyak Orang
JAKARTA, iNews.id - Warren Buffett merupakan orang terkaya ketiga di dunia yang tentunya memiliki kisah-kisah pribadi yang telah memengaruhinya selama bertahun-tahun. Namun, selain menyoroti kisah suksesnya yang telah memberikan ilham bagi banyak orang di dunia, ada juga kisa-kisah tak terduga tentang dirinya.
Dikutip dari CNBC Make It, berikut tiga fakta tak terduga tentang Buffet:
1. Gemar meminum Pepsi
Minuman ringan berkarbonasi ini ternyata sangat disukai Buffet, dibandingkan Coca-Cola. Bahkan putranya menyebut dia dengan julukan Pepsi Warren. "Aku ingat ketika masih kecil, kami dulu bermain poker dengan Howie (Howard, putra Buffett), dan ayahnya akan turun di tengah malam dengan jubah mandi. Pada masa itu, dia minum Pepsi," kata Jim Ross, seorang teman masa kecil putra Buffett.
Namun saat ini Buffett juga penggemar setia Coca-Cola, salah satu merk minuman bersoda lainnya. Pada 1988 ia sampai menghabiskan lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk membeli Coca-Cola dan meminum banyak soda setiap harinya. "Aku seperempat Coca-Cola," ujar Buffett kepada Majalah Fortune, "Jika aku makan 2.700 kalori per hari, maka seperempatnya adalah Coca-Cola. Saya minum setidaknya lima porsi ukuran 12 ons."
2. Pernah mengutil di toko serba ada (toserba)
Buffett telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di Omaha, Nebraska sebelum tinggal di Washington DC. Kepindahan tersebut dikarenakan ayahnya terpilih menjadi anggota Kongres saat ia remaja dan memindahkan keluarganya ke daerah timur. Namun, Buffett remaja tidak senang akan hal tersebut sehingga memberontak sebagai aksi perlawanan kepada kedua orangtuanya dan lingkungan baru. "Aku memberontak pada awal sekolah, selama sekitar setahun. Aku benar-benar membuat diriku menyedihkan tapi aku tenang setelah beberapa saat," kata dia.
Salah satu aksi pemberontakannya seperti mengutil dari Sears, toserba setempat. "Aku tidak melakukannya karena alasan tertentu kecuali memberontak," ucapnya.
3. Pernah kabur dari rumah
Buffett dan dua temannya pernah berusaha melarikan diri dari rumah sekali. "Kami keluar dari Wisconsin Avenue dan kami mulai menumpang. Tiga orang anak menumpang bukan hal yang mudah dilakukan," ujarnya.
Kelompok kecil itu dengan cepat mendapatkan pelajaran, "Orang pertama yang menjemput kami benar-benar gila," kata Buffett. "Kami semua masuk ke mobil dan sang sopir berkata 'Kamu mau ke mana?' dan orang itu menjawab, 'Aku akan ke neraka, apakah kamu mau ikut?' dan kami segera memutuskan bahwa ini bukan seperti yang kami harapkan," tuturnya.
Setelah itu, Buffett dan kelompok kecilnya beralih mobil dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah, tapi tidak sebelum mencapai Hershey, Pennsylvania.
Editor: Ranto Rajagukguk