Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Sentil Kebijakan Impor Kapal Bekas: Orang Kita Jago tapi Tak Diberi Kesempatan
Advertisement . Scroll to see content

10 Rangkaian KRL Pensiun Tahun Ini, KCI Sebut Impor Kereta Bekas Jadi Pilihan Utama

Rabu, 01 Maret 2023 - 21:38:00 WIB
10 Rangkaian KRL Pensiun Tahun Ini, KCI Sebut Impor Kereta Bekas Jadi Pilihan Utama
Impor kereta bekas dari Jepang merupakan pilhan utama KCI untuk menggantikan 10 rangkaian KRL yang akan dipensiunkan tahun ini. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) buka suara terkait polemik antara perusahaan dengan Kementerian Perindustrian soal tidak diizinkannya melakukan impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Vice President Corporate Secretary KCI, Anne Purba menjelaskan, impor kereta bekas dari Jepang merupakan pilhan utama KCI untuk menggantikan 10 rangkaian KRL yang akan dipensiunkan tahun ini dan 19 rangkaian pada tahun 2024.

Menurutnya, keputusan pemilihan tersebut didapatkan setelah melalui Forum Group Discussion (FGD) terlebih dulu dengan melibatkan para stakeholders baik dari Kementerian, Pengamat dan komunitas pengguna KRL commuter line.

"Hasilnya, impor kereta bukan baru memang menjadi pilihan utama untuk menggantikan kereta-kereta yang dikonservasi," ujar Anne dalam keterangan resminya, Rabu (1/3/2023). 

Anne menambahkan, terdapat pilihan lain selain impor KRL bekas Jepang, yakni dengan melakukan upgrade teknologi. Namun, hal itu membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan mengimpor kereta.

"Hanya saja pilihan tersebut membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk pengerjaannya. KAI Commuter juga sudah berdiskusi dengan PT INKA, Jepang dan Spanyol terkait sharing upgrade teknologi ini," ucapnya.

Dia juga menjelaskan, jika rangkaian kereta impor tersebut jadi, kereta itu tidak serta merta langsung digunakan untuk operasional KRL commuter line. Pihaknya akan melakukan upgrade terlebih dahulu pada gerbong-gerbong kereta yang didatangkan. 

Misalnya, mengganti air conditioner (AC) di dalam kereta dan mengganti bangku-bangku di setiap kereta dengan barang-barang yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

"Setelah dilakukan pekerjaan di interior dan eksterior kereta ini, dari hitungan KAI Commuter tingkat TKDN setiap trainset kereta menjadi 40 persenan, di atas standar yang ada," tuturnya.

Anne menyebut, selama proses perizinan belum diberikan Kemeneperin. KAI Commuter akan melakukan optimalisasi rekayasa pola operasi agar operasional perjalanan commuter line tetap melayani para pengguna di seluruh Lintas Jabodetabek. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut