BALI, iNews.id - Pariwisata kesehatan atau health tourism di Bali kian menunjukkan geliatnya. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur kini mulai diposisikan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu berstandar internasional, seiring masuknya kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan fasilitas medis global.
Langkah terbaru datang dari Universitas Udayana yang menggandeng InJourney Hospitality bersama sejumlah fasilitas kesehatan internasional di kawasan tersebut. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menilai sinergi ini membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan. Dia menyebut keterlibatan langsung dengan praktisi global akan mempercepat peningkatan kompetensi klinis di dalam negeri.
"Mahasiswa dan tenaga medis tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung terpapar praktik terbaik dari level internasional. Ini penting untuk menjawab kebutuhan sektor kesehatan yang terus berkembang," ujar dia dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).
Di sisi lain, pengelola kawasan melihat kolaborasi ini sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem health tourism. Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menekankan bahwa KEK Sanur bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan pusat pertukaran pengetahuan kesehatan lintas negara.
Menurut dia, keberadaan fasilitas seperti Bali International Hospital, The Solitaire Clinic, hingga Alster Lake Clinic menjadi daya tarik tersendiri dalam membangun kepercayaan pasar global.
"Kalau ingin bersaing di health tourism, kualitas SDM tidak bisa ditawar. Justru itu yang menjadi pembeda utama," kata dia.