Puing Satelit Rusia Diprediksi Bertahan di Orbit Selama Bertahun-tahun, Berpotensi Ancam Kegiatan Luar Angkasa

Dini Listiyani
Puing Satelit Rusia Diprediksi Bertahan di Orbit Selama Bertahun-tahun, Berpotensi Ancam Kegiatan Luar Angkasa (Foto: NASA/Unsplash)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Rusia telah membuat marah komunitas internasional dengan melakukan tes anti-satelit yang membahayakan International Space Station (ISS). Bahkan, tes tersebut telah membahayakan orang yang tinggal di dalamnya.

Tindakan Rusia telah memicu teguran keras dari banyak pejabat, tidak terkecuali Administrator NASA Bill Nelson yang menyatakan keterkejutannya, Rusia akan membahayakan kosmonotnya sendiri. Dalam sebuah pernyataan, US Space Command mengungkapkan, Rusia melakukan uji coba rudal anti-satelit pendakian langsung. 

Rudal itu menargetkan satelit Rusia, menyebabkannya meledak di orbit rendah Bumi (LEO), di mana menimbulkan ladang puing yang besar. US Space Command menyatakan, para pejabat menargetkan ada lebih dari 1.500 puing yang dapat dilacak dengan ratusan ribu kepingan yang lebih kecil diantisipasi, sebagaimana dikutip dari Slash Gears. 

Bidang puing-puing ini menghadirkan bahaya luar angkasa baru, dengan Komando Luar Angkasa AS memperkirakan potongan-potongan satelit akan bertahan di orbit hingga beberapa dekade. Kekhawatiran langsung melibatkan ancaman uji coba rudal ini terhadap kehidupan manusia, dengan awak Stasiun Luar Angkasa Internasional menghadapi "risiko yang signifikan."

Selain ancaman terhadap International Space Station (ISS) dan misi kru masa depan lainnya, medan puing juga membahayakan satelit milik beberapa negara. Komandan Komando Luar Angkasa AS Jenderal Angkatan Darat AS James Dickinson mengeluarkan pernyataan pedas tentang uji coba rudal tersebut, dengan mengatakan.

"Rusia telah menunjukkan pengabaian yang disengaja terhadap keamanan, keselamatan, stabilitas, dan keberlanjutan jangka panjang dari domain ruang angkasa untuk semua negara. Puing-puing yang dibuat oleh DA-ASAT Rusia akan terus menjadi ancaman bagi kegiatan di luar angkasa selama bertahun-tahun yang akan datang, menempatkan satelit dan misi luar angkasa dalam bahaya, serta memaksa lebih banyak manuver penghindaran tabrakan. Aktivitas luar angkasa mendukung cara hidup kita dan perilaku seperti ini sama sekali tidak bertanggung jawab," katanya. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Detik-Detik Munculnya Benda Bercahaya di Langit Lampung Diungkap Peneliti, Faktanya Mengejutkan!

57 tahun lalu

Benda Bercahaya di Langit Lampung yang Viral di Medsos Bukan Meteor, Ini Alasannya!

57 tahun lalu

Viral Benda Bercahaya Melintas di Langit Lampung, Bukan Meteor tapi Sampah Antariksa!

57 tahun lalu

MNC Vision Resmi Beralih ke Satelit Baru, Indovision Hadir Kembali dengan Wajah Baru dan Banyak 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal