Ilmuwan Bongkar Fakta Mengejutkan saat Manusia Meninggal Dunia

Dini Listiyani
Ilustrasi kematian (Foto: Reuters)

CALIFORNIA, iNews.id - Pengalaman mendekati kematian selalu menjadi perdebatan yang tak kunjung berakhir. Namun, penelitian terbaru menguak fakta yang cukup mengejutkan.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa kesadaran terus berlanjut setelah tubuh berhenti menunjukkan tanda-tanda kehidupan, yang artinya mereka memiliki kesadaran akan kematian mereka sendiri. Bahkan, ada bukti yang menunjukkan bahwa seseorang yang telah meninggal mungkin mendengar kematian mereka diumumkan petugas medis.

Sebuah tim dari New York University Langone School of Medicine menyelidiki pertanyaannya yang sama melalui studi kembar di Eropa dan Amerika Serikat (AS) dari orang-orang yang menderita serangan jantung dan kembali ke kehidupan.

"Mereka akan menggambarkan menyaksikan dokter dan perawat bekerja dan mereka akan menggambarkan kesadaran akan percakapan penuh, hal visual yang sedang terjadi, yang seharusnya tak diketahui mereka,"  terang Penulis studi Dr Sam Parnia kepada Live Science yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (19/10/2017).

Dia mengatakan bahwa ingatan ini kemudian diverifikasi oleh petugas medis dan perawat yang melaporkan pasien mereka, yang secara teknis meninggal, bisa mengingat rincian dari apa yang mereka katakan.

Kematian Sel Otak Memakan Waktu
Secara medis, dokter mendefinisikan kematian berdasarkan kapan jantung tidak lagi berdetak, yang kemudian segera memotong suplai darah ke otak.

"Secara teknis, begitulah cara Anda mendapatkan waktu kematian, semuanya didasarkan pada saat jantung berhenti," papar Dr Sam.

"Begitu itu terjadi, darah tidak lagi beredar ke otak, yang artinya fungsi otak berhenti hampir seketika. Anda kehilangan semua refleks batang otak Anda, refleks muntah Anda, refleks pupil Anda, semua hilang," lanjutnya.

Korteks serebral otak, yang bertanggung jawab untuk memikirkan dan memproses informasi dari kelima indera, kata Dr Sam juga langsung menunjukkan flatlines. Artinya, dalam 2 sampai 20 detik, tidak ada gelombang otak terdeteksi pada monitor listrik.

Hal ini memicu reaksi berantai dari proses seluler yang akan mengakibatkan kematian sel otak. Namun, ini bisa memakan waktu berjam-jam setelah berhenti.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Seleb
15 hari lalu

Sedih, Bunga Zainal Minta Maaf sebelum Ayah Tercinta Meninggal Dunia

Nasional
18 hari lalu

Kematian dr Myta Aprilia Ungkap Realita Menyedihkan Dokter Internship di RS, Ini Faktanya!

Health
21 hari lalu

Cuaca Panas Ekstrem dan Polusi Tingkatkan Risiko Kematian, Ini Penjelasan Dokter

Sains
31 hari lalu

Apa Itu Rathalos inagami, Laba-Laba Hantu Pertama di Indonesia? Ini Karakternya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal