2042, Alien Diprediksi Bakal Balas Pesan Manusia

Dini Listiyani
2042, Alien Diprediksi Bakal Balas Pesan Manusia (Foto: Reuters)

CALIFORNIA, iNews.id - Sebagai bagian dari Festival Sonar 2018 di Spanyol, para ilmuwan telah mengirim pesan sejauh 12 tahun cahaya ke arah bintang Luyten. Pesan itu bisa didengar oleh para alien dalam waktu 12 tahun.

"Sonar Calling GJ273b muncul dari kebutuhan manusiawi untuk berkomunikasi dan terhubung. Ini juga mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh peradaban sepajang sejarah yakni apakah kita sendiri di alam semesta," kata Director Festival Richard Robles.

"Mengingat dampak kemanusiaan yang sangat negatif di planet kita, mungkin ini merupakan saat terbaik untuk superior extraterrestrial cerdas mencari bantuan dan nasihat," lanjutnya seperti iNews.id rangkum dari Daily Express, Sabtu (18/11/2017).

Jika alien ada untuk menanggapi pesan, tanggapan bisa didengar segera pada 2042. Ada dua planet yang mengorbit bintang Luyten, yang salah satunya dianggap layak huni.

"Bagi saya, kesuksesan besar proyek akan datang jika, 25 tahun dari sekarang, ada seseorang yang ingin mencari tanggapan. Jika kami mencapai itu, itu akan menjadi pergeseran perspektif yang radikal," timpal Douglas Vakoch, presiden Messaging Extraterrestrial Intelligence (METI).

Mengirim pesan ke luar angkasa merupakan sesuatu yang sangat dipikirkan oleh Steven Hawking. Fisikawan itu sebelumnya menyatakan bahwa jika sebuah pesan diterima oleh alien, manusia seharusnya selalu siap untuk mengirim balasan.

Namun, Vakoch menolak kekhawatiran bahwa mengirim pesan ke alien bisa mengakibatkan konsekuensi berbahaya. "Sangat sulit membayangkan sebuah skenario di mana sebuah peradaban di sekitar bintang Luyten bisa memiliki kapasitas untuk datang ke Bumi dan mengancam kita, namun mereka tidak bisa mengambil radiasi kebocoran kita," katanya.

Seiring Bumi menunggu jawaban dari alien di sekitar bintang Luyten, China yakin akan menjadi orang pertama yang melakukan kontak dengan kehidupan alien berkat radio terbesar di dunia yang bisa mendeteksi sinyal dari bagian terdalam manapun.

Tahun lalu, Beijing mengkokohnya dirinya sebagai pembangkit tenaga listrik eksplorasi luar angkasa dengan menembakkan laboratorium luar angkasa Tiangong 2 ke orbit Bumi yang rendah, yang menjadi negara ketiga, setelah Amerika dan Rusia untuk secara independen membawa orang ke luar angkasa.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Internasional
5 bulan lalu

Heboh Senator AS John Kennedy Sebut Makan Udang Beku dari Indonesia Bisa Jadi Alien

Sains
6 bulan lalu

Ilmuwan Harvard Yakin Pesawat Alien Benar Ada, Ini Faktanya!

Sains
1 tahun lalu

Di Mana Alien? Elon Musk Janji Bakal Bagikan Bukti jika Menemukannya

Destinasi
1 tahun lalu

Misteri Batu Alien Gunung Merapi Mirip dengan Wajah Mbah Marijan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal