Ukraina Bikin NFT, Ditujukan untuk Dukung Angkatan Bersenjata  

Tangguh Yudha
Ukraina Bikin NFT, Ditujukan untuk Dukung Angkatan Bersenjata  

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Ukraina mengeluarkan token non-fungible (NFT) untuk mendanai militernya. Hal ini diumumkan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov lewat media sosial Twitter. 

"Setelah mempertimbangkan dengan cermat, kami memutuskan untuk membatalkan airdrop. Setiap hari semakin banyak orang yang bersedia membantu Ukraina untuk melawan agresi," cuit Mykhailo.

Sebagai gantinya, kata Mykhailo, mereka akan segera mengumumkan NFT untuk mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina. "Kami TIDAK PUNYA rencana untuk mengeluarkan token yang sepadan," ujarnya. 

Pengumuman oleh Wakil Perdana Menteri Mykhailo Fedorov ini datang pada minggu yang sama negara itu mengumpulkan lebih dari 200 juta poundsterling atau Rp 3,1 triliun dari penjualan obligasi perang. Untuk diketahui lewat obligasi, Ukraina berhasil mengumpulkan sejumlah dana.

Sayangnya tidak dijelaskan NFT seperti apa yang bakal diluncurkan oleh negara yang dipimpin oleh Volodymyr Zelensky itu. Mykhailo juga tidak mengungkap kapan NFT terbitan Ukraina mulai dapat dibeli oleh masyarakat dunia.

Dengan pengumuman ini, menjadi tanda pemerintah Ukraina sudah mulai kehabisan dana dan terus mencari cara baru untuk ongkos militernya. Sebelumnya, pemerintah Ukraina juga telah membuka pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengenai bantuan darurat. 

Pemerintah Ukraina juga diketahui telah memposting alamat dompet ktipto untuk meminta bantuan kepada dunia melalui sumbangan dalam bentuk mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan USDT. Ukraina pun berhasil memperoleh 5,4 juta dolar AS sekitar Rp 7,7 miliar.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Detik-Detik Ibu Kota Kyiv Diguncang Serangan Rusia, 600 Drone dan 90 Rudal Hantam Ukraina

57 tahun lalu

Kyiv Membara! Rusia Hujani Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal Balistik, Warga Panik Berhamburan

57 tahun lalu

Kyiv Digempur Rudal Hipersonik Rusia, Warga Sipil Tewas dan Infrastruktur Ukraina Hancur

57 tahun lalu

Catat Laba Tertinggi Kedua dalam 1 Dekade, BP Untung Rp215 Triliun Sepanjang 2023

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal