JAKARTA, iNews.id – Di sela kesibukannya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno masih menyempatkan diri memperhatikan geliat Persija Jakarta, tim kesayangan warga ibu kota. Salah satunya soal keputusan yang mengharuskan klub berjuluk Macan Kemayoran itu menggelar laga kandang kontra Persib Bandung di Stadion Manahan Solo.
Duel klasik itu tak bisa digelar di Stadion Patriot Bekasi, homebase yang biasa dipakai Persija pada Liga 1 musim ini. Sontak, Sandi –sapaan Sandiaga- sangat menyesalkan keputusan tersebut. Namun, dia meminta seluruh pihak untuk menerimanya dengan ikhlas.
“Mau bagaimana lagi? Ini sudah keputusan dari semua pihak agar semua berjalan seperti yang kita inginkan,” ucap Sandi di Balai Kota Jakarta, Kamis (02/11/2017).
“Saya ucapkan selamat bertanding untuk Persija yang akan bermain di Solo,” lanjut wakil dari Gubernur Anies Baswedan itu.
Dalam kesempatan itu, Sandi juga menegaskan bahwa dirinya tak melupakan janjinya kepada The Jakmania, suporter Persija, untuk membuatkan stadion bertaraf internasional di Jakarta untuk Macan Kemayoran. Dia berjanji akan berusaha merealisasikannya tahun depan.
“Untuk hal itu kita harus bersabar. Persija akan punya stadion yang bertaraf internasional dan tidak lagi 'nomaden', yang perlu kita lakukan adalah sabar dan berhati-hati ke depan,” ucap Sandi.
Ketua Panitia Penyelenggara Persija Arif Perdana Kusuma menjelaskan, dipindahnya pertandingan Persija melawan Persib ke Solo karena faktor keamanan, dan laga di Solo hanya diizinkan ditonton oleh The Jakmania saja.
“Kami memilih di Solo, karena kota ini menjadi rumah kedua setelah Jakarta. Selain itu, Persija juga mendapat dukungan dari Wali Kota Surakarta, dan masyarakatnya, serta suporter (Persis Solo) Pasoepati, sehingga kami memilih Solo sebagai homebase kedua,” kata Arif.
“Sebelumnya kami diundang oleh para petinggi keamanan di Jakarta, dan dijelaskan bahwa jika pertandingan Persija melawan Persib dilakukan di Stadion Patriot Bekasi maka akan rawan ditunggani oleh pihak yang memiliki kepentingan di luar sepak bola. Saya apresiasi pihak keamanan," lanjutnya.
Dia mengatakan Panpel tidak akan menjual tiket masuk stadion secara umum atau melalui boks tiket, tetapi khusus untuk suporter The Jakmania saja.
“Kami akan mencetak sebanyak 23.000 lembar tiket dengan harga mulai Rp50.000 per lembar untuk tribune ekonomi, Rp100 ribu per lembar tribune VIP dan Rp250 ribu per lembar VVIP," paparnya.
Pertandingan itu akan dijaga 1.600 personel aparat keamanan baik dari TNI, Polri maupun petugas internal Panpel. “Kami tidak mau risiko, karena waktunya agak mempet dengan hajatan Pak Presiden,” ucap Arif.