“Prosesnya cukup panjang. Jadi, mungkin di pekan ke-27 atau ke-25 Super League, itu kami melakukan diskusi yang cukup intens di internal. Kami melihat perkembangan Persija saat itu sehingga sudah mulai mendiskusikan tentang head coach,” tambahnya.
Sebagai catatan, pada pekan ke-25 Persija bermain imbang 1-1 melawan Dewa United. Lalu pada pekan ke-27, Macan Kemayoran menang telak 3-0 atas Persebaya. Kekalahan 1-2 dari Persib terjadi di pekan ke-32, saat proses penjajakan sudah lebih dulu berjalan.
Prapanca menilai Persija membutuhkan figur pelatih dengan pengalaman di level tertinggi, kepemimpinan kuat, serta pemahaman sepak bola modern untuk membangun fondasi jangka panjang.
“Persija butuh figur yang punya pengalaman dengan level tertinggi, karakter kepemimpinan yang kuat, memahami tuntutan sepak bola modern dan membangun budaya kerja kompetitif dan berkelanjutan. Semoga pilihan kami ini akan jadi titik balik masa depan Persija,” ujarnya.
Musim lalu Persija finis di posisi ketiga klasemen. Manajemen menilai capaian tersebut belum cukup untuk memenuhi ambisi klub ibu kota.