MAKASSAR, iNews.id – Mimpi PSM Makassar untuk tampil mewakili Indonesia di level Asia berpotensi terganjal. Pasalnya, klub berjuluk Juku Eja itu belum melengkapi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan lisensi sebagai klub profesional dari Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC).
Hal itu diakui Manajemen PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (PT PSM) yang menaungi tim asal Sulawesi Selatan itu. CEO PT PSM Munafri Arifuddin mengaku pasrah setelah banding yang diajukan akhirnya ditolak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan alasan tidak memenuhi aspek supporting atau pembinaan pemain usia muda.
“Kami sudah menerima surat terkait banding yang ditolak. Kami akui ada beberapa syarat terkait pembinaan pemain muda yang belum dapat dipenuhi,” papar Munafri di Makassar, Rabu (01/11/2017).
Menurutnya, manajemen PT PSM sudah menyampaikan hal ini secara langsung kepada Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono dan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria. Dia berharap PSSI tetap bisa menjadi fasilitator terhadap kemungkinan PSM mendapatkan lisensi AFC sekaligus berhak tampil di kompetisi AFC atau Liga Champion Asia jika berhasil menjuarai Liga 1 musim ini.
“Apabila PSM menjadi juara liga tahun ini maka kami berharap PSSI menjadi fasilitator. Karena itu, kami fokus dulu menghadapi dua laga sisa demi meraih juara Liga 1,” ujarnya.
“Untuk langkah selanjutnya, kami hanya meminta kepada setiap pemain dan pelatih untuk tidak terpengaruh dengan kondisi tersebut dan lebih fokus menyelesaikan dua laga sisa di kompetisi,” paparnya.
Potensi Juku Eja menjadi jawara Liga 1 musim ini cukuplah tinggi. Saat ini, pasukan yang dilatih Robert Rene Albert situ masih bertengger di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 dengan 62 poin, setara dengan Bali United yang ada di puncak dengan keunggulan produktifitas gol. Di posisi ketiga ada Bhayangkara United yang juga mengoleksi 62 poin dengan tabungan satu laga lebih banyak.
Di laga terakhir, PSM akan menghadapi menjamu Bali United, Senin (06/11/2017), dan Madura United, Minggu (12/11/2017).