Wali Kota Yogyakarta dan Istri Terima Penghargaan SP dan SWK dari Presiden

Kuntadi
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan istri yang sama-sama mendapat penghargaan tertinggi dalam Program KKBPK dari Presiden. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id – Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menerima tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan (SP) bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019. Penghargaan yang sama juga diterima istrinya sebagai Ketua Tim Pengerak PKK Kota Yogya Tri Kirana Muslidatun berupa Tanda Kehormatan Satya lencana Wira Karya (SWK). Keduanya merupakan penghargaan dari Presiden.

Penghargaan ini diserahkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dalam puncak peringatan Harganas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (6/7/2019).

Tanda penghormatan SP di bidang KKBPK merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Presiden kepada kepala daerah yang berhasil dalam mendorong pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana. Sementara SWP dianugerahkan kepada sosok yang mempunyai dedikasi tinggi dalam menggerakan Program KKBPK.

“Ini hasil kerja keras pemkot dan semua pihak dalam menyukseskan program pengendalian kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di Kota Yogyakarta,” ujar Haryadi, Minggu (7/7/2019).

Penghargaan ini sekaligus mendorong seluruh jjaran intansi terkait agar totalitas membina masyarakat dalam membentuk keluarga yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan program peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota Yogyakarta.

Sementara Istri wali kota, Tri Kirana berharap, prestasi ini dapat semakin memotivasi jajaran PKK, KB dan Kependudukan serta instansi terkait untuk meningkatkan kinerja dan kerja sama. Masalah kependudukan perlu diperhatikan untuk mengantisipasi ledakan penduduk. Program KB dengan dua anak cukup maupun program pengendalian peningkatan jumlah penduduk sangat diperlukan.

“Jangan sampai banyak anak, tapi pendidikannya sampai SD atau SMP saja. Dua anak cukup, tapi sekolahnya tinggi dan bekerja sesuai yang diimpikan keluarga. Itu yang namanya keluarga berkualitas,” tuturnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Para Pemenang Kementerian dan Lembaga Negara Awards 2024, BKKBN Raih Kinerja Terbaik

57 tahun lalu

BKKBN Ajak Masyarakat Siap Hadapi Bonus Demografi dengan Cegah Stunting

57 tahun lalu

Pemkab Sleman Sukses Turunkan Stunting, Kasus Tinggal 15 Persen

57 tahun lalu

BKKBN Sebut Warga Berpendidikan Tinggi  Enggan Gunakan Alat Kontrasepsi Modern

57 tahun lalu

Keren, Mantan Petenis Nasional Yayuk Basuki Jadi Bunda Asuh Anak Stunting di DIY

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal