Sepak Bola Api Ramaikan Peringatan Hari Santri Nasional di Kulonprogo

Kuntadi
Para santri bermain bola api pada peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (22/10/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (22/10/2018), diikuti sekitar 5.000 orang santri. Acara yang dipusatkan di Lapangan Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, ini juga dimeriahkan atraksi santri yang tergabung dalam seni bela diri Pagar Nusa. Salah satunya dengan bermain sepakbola api yang banyak mendapatkan sambutan positif dari para santri.

Ketua Pagar Nusa Kulonprogo, Sudarman mengatakan, dalam peringatan Hari Santri Nasional ini mereka mengirimkan para santrinya untuk ikul dalam apel. Dalam kesempatan ini, mereka juga menampilkan beberapa gerakan, di antaranya rangen menggunakan lampu neon, bambu gila, kepruk bata dan digilas sepeda motor, termasuk di antaranya bermain bola api.

“Kami ingin mengajak generasi muda, khusus para santri untuk melakukan hal-hal positif. Pagar Nusa siap memberikan andil bagi terciptanya generasi yang lebih baik,” jelasnya.

Untuk bisa bermain bola api, butuh keseriusan dan konsentrasi yang tinggi. Permainan ini tidak bisa dimainkan asal-asalan, apalagi sambil bersenda gurau. Namun semuanya harus serius dan fokus. Agar tidak merasakan panas juga diberikan doa-doa khusus bagi setiap pemain agar lebih mantap.  “Minimal dua bulan berlatih dengan keseriusan dan kemantapan sudah bisa bermain,” ujarnya.

Permainan bola api ini baru pertama kali dilaksanakan di Kulonprogo. Namun permainan ini sudah banyak dimainkan di sejumlah pondok pesnatren. Biaasanya dimainkan pada saat bulan Ramadhan sesuai melaksakan tadarus Quran.  “Sama sekali tidak ada rasa panas,” ujar Susilowati, salah seorang santriwati.

Menurutnya, tidak ada persiapan khusus dalam bermain ini. Dia lebih banyak melantunkan salawat selama bermain dan yakin. Selama dua bulan dia berlatih sudah bisa bermain tanpa ada rasa panas baik saat menendang ataupun menangkap.  “Perbanyak salawat dan yakin, pasti bisa,” ujarnya.

Ketua panitia peringatan HSN Kulonprogo, Muktaf Ajib mengatakan, peringatan Hari Santri sudah dilaksanakan sejak 7 Oktober silam dengan menggelar turnamen futsal. Selain itu juga dilaksanakan Musabaqoh Tilawatil Quran, training managemen Halal bekerja sama dengan salah satu universitas di Malaysia.

Tak hanya itu, panitia juga menggelar Pekan Hari Santri mulai 14 sampai dengan 30 Oktober di Lapangan Kembang, Nanggulan. Ada juga pasar UMKM, Lomba mewarnai, lomba band religi maupun Festival hadroh sampai dengan pengajian Gus Reza dari Ponpes Lirboyo, Kediri. “Rangkaian peringatan akan ditutup pada 28 Oktober dengan jalan sehat,” ucapnya.

“Peringatan Hari Santri ini digelar untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat luas. Hari Santri adalah hari rayanya santri, yang terbukti telah memberikan kontribusi bagi kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

57 tahun lalu

Hujan Deras, Tebing Longsor di Kulonprogo Terjang Rumah Warga

57 tahun lalu

Kisah Pilu Siswi SD di Kulonprogo, Sekolah Sambil Momong Adik karena Ibunda Derita Kanker

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Tebing Longsor di Kulonprogo Timpa Rumah Warga

57 tahun lalu

Emosi Tim Voli yang Didukungya Kalah, Pemuda di Kulonprogo Tikam 2 Suporter Lawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal