Pria Penerjemah Joe Biden Tertinggal di Afghanistan

Syarifudin
Tentara terakhir AS yang meninggalkan Afghanistan. Penerjemah Joe Biden saat ini masih tertinggal di Afghanistan bersama keluarganya.(Foto : Reuters)

KABUL, iNews.id - Tentara Amerika Serikat (AS) telah resmi meninggalkan Afghanistan. Masih banyak warga AS maupun orang-orang yang pernah bekerja bagi negara Paman Sam itu yang tertinggal di Afghanistan.

Salah satunya adalah Mohammed. Pria ini menjadi penerjemah sekaligus penyelamat Senator Joe Biden dan dua senator pada 2008.

Mohammaed bersama keluarganya ketakutan. Mereka meminta pertolongan lantaran takut aksi balas dendam dari Taliban yang berkuasa. 

Laporan Wall Street Journal menyebut penerjemah itu terdampar di Afghanistan memohon untuk diselamatkan.

“Halo Pak Presiden: Selamatkan saya dan keluarga saya. Jangan lupakan saya di sini,” ujar Mohammed, dilansir Wall Street Journal (WSJ).

Pasukan dan pejabat AS terakhir meninggalkan Afghanistan pada Senin, ketika Taliban merayakan kekuasaannya tanpa kehadiran Amerika Serikat.

Mohammed bersama banyak warga Afghanistan yang dulu bekerja untuk negara asing di Afghanistan, takut akan pembalasan Taliban.

Setelah Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus, mereka mengungkapkan banyak janji untuk merehabilitasi citra mereka.

Taliban menjanjikan amnesti kepada pegawai pemerintah dan tentara serta berjanji melindungi hak-hak perempuan.

Aktivis dan jurnalis lokal, bagaimanapun, mengatakan kenyataan di lapangan sangat berbeda. Banyak laporan tentang penggeledahan rumah dan penangkapan orang-orang yang menurut janji Taliban tidak akan mereka balas.

Mohammed tidak menggunakan nama lengkapnya. Dia adalah penerjemah berusia 36 tahun untuk tentara AS pada 2008, ketika dua helikopter Black Hawk tentara AS melakukan pendaratan darurat di Afghanistan selama badai salju yang menyilaukan.

Helikopter itu membawa Senator Joe Biden, Senator Partai Demokrat John Kerry dan Senator Partai Republik Chuck Hagel.

“Sebagai tim keamanan swasta dengan mantan perusahaan Blackwater dan tentara AS memantau setiap pejuang Taliban di dekatnya, kru mengirimkan panggilan darurat untuk bantuan. Di Lapangan Udara Bagram. Mohammed melompat ke dalam Humvee dengan Pasukan Reaksi Cepat dari Divisi Lintas Udara ke-82 dan berkendara berjam-jam ke pegunungan terdekat untuk menyelamatkan mereka,” ungkap laporan WSJ.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo di Surabaya Bakar Patung Baal, Protes Serangan AS-Israel ke Iran

57 tahun lalu

Wisatawan AS Terpeleset di Tangga Atuh Beach Nusa Penida, Jatuh Sejauh 5 Meter

57 tahun lalu

Salah Sasaran, WNA asal Amerika Jadi Korban Penganiayaan di Lombok Tengah

57 tahun lalu

Heboh Bule Perempuan AS Bikin Kelas Aktivitas Seksual di Bali, Begini Modusnya

57 tahun lalu

Membanggakan, Siswi MAN 1 Brebes Diterima 4 Universitas Ternama di Amerika Serikat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal