PPDB Online di DIY Kacau, Warga Minta Ada Perbaikan

Kuntadi
Ilustrasi. (Foto: dok.okeone).

KULONPROGO, iNews.id - Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) di Kulonprogo dan Gunungkidul, kacau. Sistem pendaftaran online yang baru pertama kali diterapkan justru menimbulkan permasalahan seperti zonasi.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan, dirinya banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat, terkait sistem pendaftaran online yang menerapkan zonasi pada Rabu, (4/7/2018) malam. Banyak pendaftar yang tidak masuk dalam zonani bahkan dianggap sebagai peserta dari luar daerah.

"Ternyata sistem pendaftaran online ini masih kacau," kata Nuryati, saat mengawasi sistem pendaftaran di SMP 3 Wates, Kamis (5/7/2018).

Menurutnya, permasalahan tersebut sebenarnya sudah dikomunikasikan dengan dinas pendidikan, pemuda dan olahraga. Saat itu dinas sudah menjanjikan akan adanya perbaikan dalam sistem  penerimaan.

Namun sampai dengan hari terakhir pendaftaran sistem masih tidak benar. Misalnya untuk pendaftar dari Desa Karangwuni di SMP 3 Wates yang harusnya masuk zona satu malah masuk di zona dua. "Ini Harus diperpanjang, sesuai arahan dan usulan dari dinas pendidikan," ujar politikus PDI Perjuangan itu. 

Salah seorang warga, Pardiman mengaku pusing dengan sistem pendaftaran saat ini. Sebagai warga Karangwuni, mestinya masuk di zonasi satu di SMP 3 Wates atau dikenal dengan SMP Sogan. Namun  dari sistem yang ada justru masuk di dalam zonasi dua dua. Sebelumnya malah masuk di zona satu.  "Ini harus diperbaiki, anak saya bisa terdepak dari zonasi," kata Pardiman. 

Permasalahan penerimaan peserta didik baru juga bermasalah di Kabupaten Gunungkidul. Dari 400 pendaftar yang bisa masuk secara online hanya 160 anak. Itupun hanya ada enam siswa yang benar-benar clear. Selebihnya bermasalah pada sistem zonasi. "Ini malah membuat pusing, banyak yang tidak masuk zonasi," ujar warga Wonosari, Wibowo. 

Editor : Muhammad Saiful Hadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

SD di Kawasan Padat Penduduk di Malang Ini Hanya Dapat 2 Siswa Baru, kok Bisa?

57 tahun lalu

Gerbang SMAN 5 Digembok Warga 2 Hari, Wali Kota Bukittinggi: Anak Kita yang Dirugikan!

57 tahun lalu

2 SD Negeri di Blora Tak Dapat Siswa Baru

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Akan Hapus Sistem Zonasi PPDB di Jabar

57 tahun lalu

Pemkot Malang Kaji Rencana Gabungkan SDN yang Kekurangan Siswa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal