Perahu Nelayan Gunungkidul Terbalik Dihantam Gelombang Tinggi, 1 Tewas

Kuntadi
Kismaya Wibowo
Para warga saat mengevakuasi jenazah nelayan untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Gelombang besar menghantam perahu yang ditumpangi tiga nelayan di Pantai Sanglen, Gunungkidul, saat hendak mencari lobster, Rabu (21/03/2018). Akibatnya, seorang nelayan meninggal dunia atas peristiwa tersebut, sedangkan dua lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Informasi yang dihimpun iNews, kecelakaan laut itu berawal saat mereka melaut di perairan Pantai Sanglen sekitar pukul 05:00 WIB. Tiba-tiba datang ombak tinggi yang menghantam perahu hingga terbalik. Ketiganya jatuh ke laut kemudian mencoba berenang ke tepian untuk menyelamatkan diri. Namun seorang tewas.

Diketahui, korban meninggal atas nama Wasidi, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Dia ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, sedangkan dua rekan korban lain yakni Sukamto dan Sumono hanya mengalami luka ringan. Keduanya selamat setelah berjibaku dengan derasnya gelombang untuk bisa sampai ke tepian.

“Kecelakan laut ini mengakibatkan satu nelayan meninggal, yang dua orang hanya luka ringan. Dugaan sementara, korban meninggal akibat lelah berenang ke tepian,” kata Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto.

Tingginya ombak Pantai Selatan Jawa memang sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Cuaca buruk itu memaksa nelayan mengentikan aktivitas menangkap ikan. Perahu nelayan hanya ditambatkan dan tersandar di lokasi yang lebih aman, untuk mengindari gelombang pasang.

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono menambahkan, cuaca buruk yang terjadi di luar perkiraan. Normalnya, Maret merupakan masa panen ikan. Namun kali ini justru ombak cukup besar. “Perkiraan kami, cuaca buruk ini masih akan terjadi hingga sepekan mendatang,” ujar Marjono.

SAR Linmas juga menghimbau kepada wisatawan yang berkunjung untuk waspada dengan kondisi gelombang. Mereka diminta untuk mewaspadai gelombang ombak, dan melarang wisatawan mandi di laut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Gunungkidul Ini Jadi Favorit Wisatawan Lokal, Cocok untuk Weekend Trip

57 tahun lalu

Tenda Drag Race di Gunungkidul Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Sejumlah Mobil Rusak

57 tahun lalu

Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Tenda Arena Balap Mobil di Gunungkidul Porak-poranda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal