Panglima TNI Dukung Polri Tuntaskan Kasus Penyerangan Gereja di Sleman

Gunanto Farhan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengunjungi Gereja Santa Lidwina di Sleman, DIY. (Foto:iNews.id/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kasus penyerangan jemaat Gereja Santa Lidwina di Sleman, DIY menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Panglima TNIMarsekal Hadi Tjahjanto dan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Hadi dan Bambang datang dan melihat langsung kondisi gereja pasca tragedi penyerangan yang melukai tiga jemaat dan seorang anggota polisi.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang diambil Polri dalam menuntaskan kasus tersebut. Panglima menolak kunjungan ini dikaitkan dengan RUU Antiterorisme di mana TNI dilibatkan dalam upaya memberantas terorisme termasuk MoU yang dilakukan TNI dan Polri. “Intinya, kami mendukung langkah-langkah Polri. Itu saja,” kata Hadi, Senin (12//2/2018).


Ketua DPR, Bambang Soesatyo mengatakan pemerintah mengutuk keras segala bentuk aksi yang mengancam kerukunan umat beragama. Bambang juga berpesan agar TNI dan Polri menjaga kekompakan dalam upaya mengusut tuntas kasus ini. “Untuk menghadapi ini (terorisme) tidak hanya Polri, tapi ada TNI di belakangnya. Itu prinsipnya,” kata Bambang.

Kapolda DIY Berigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina segera diperiksa guna mengetahui motif pelaku menyerang tempat ibadah tersebut. “Kondisi pelaku sudah mulai stabil setelah dilakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru,” katanya.

Ahmad Dofiri mengatakan, hingga saat ini sudah 11 saksi yang diperiksa terkait insiden tersebut. Pemeriksaan terhadap pelaku dijadwalkan mulai hari ini. Pemeriksaan akan dilakukan oleh para penyidik Polda.

Sebelumnya, Minggu (11/2/2018), jemaat Gereja Santa Lidwina yang berada di Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, tengah melakukan misa dan kebaktian. Saat itu pelaku datang dan membacok seorang jemaat yang berada di luar. Pelaku kemudian masuk dan membacok jemaat lain yang ada di bagian depan. Pastor yang memimpin misa juga tidak luput dari serangan pelaku yang menggunakan pedang.

Pelaku akhirnya bisa dilumpuhkan petugas dari Polsek Gamping dengan menembak kedua kakinya. Seorang petugas bahkan sempat ikut terkena sabetan pedang dan mengalami luka robek. Setidaknya ada empat umat, satu pastor, dan anggota polisi yang menjadi korban. Pelaku sudah diamankan dan menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, setelah sebelumnya dirawat di RSA UGM. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kapten Zulmi Gugur di Lebanon, Panglima TNI Jamin Hak Keluarga dan Kenaikan Pangkat

57 tahun lalu

Update Korban Longsor Cisarua, 19 Prajurit Marinir Dievakuasi 3 Masih Hilang

57 tahun lalu

2 Polisi Gugur Tertabrak Truk di Cisarua, Panglima TNI: Sedang Diselidiki

57 tahun lalu

Kapolri Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Tekankan Sinergi TNI-Polri untuk Indonesia Emas 2045

57 tahun lalu

Rekam Jejak Mayjen Hendy Antariksa Pangdam I/Bukit Barisan, Jenderal Kopassus SAT-81 Gultor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal