Komisi V DPR Kunjungi Bandara YIA: Jangan Sampai Kejadian Kertajati Terulang

Kuntadi
Suasana kunker Komisi V DPR dengan pengelola Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Rombongan anggota Komisi V DPR mendatangi Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kabupaten Kulonprogo, DIY, Senin (5/8/2019). Kedatangan mereka untuk memastikan progres pembangunan dan eksistensinya bandara baru tersebut untuk ke depannya.

"Kami ingin bandara ini eksis dan sempurna sampai peresmian. Jangan sampai kaya Kertajati," ujar Ketua Tim Kunjungan kerja (Kunker) Komisi V DPR Sigit Sosiantomo di Bandara YIA, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, pembangunan bandara ini harus bisa selesai sesuai jadwal dan mengedepankan keamanan dan keselamatan. Tidak kalah penting juga tentang bagaimana mitigasi kebencanaannya. Apalagi belakangan, isu gempa dan tsunami menjadi perpincangan di masyarakat.

"Kami ingin mendengar mitigasinya seperti apa. Peringatan dini gempa dan tsunaminya,” kata politikus PKS tersebut.

Diketahui, kunker ini merupakan menjadi bagian dari pengawasan dan tugas Komisi V DPR dalam masa reses terakhir tahun ini. Tidak hanya di Bandara YIA, sebelumnya juga telah meninjau Bandara Ngurah Rai di Bali.

Dan sebelum ke Bandara YIA, rombongan lebih dahulu mengecek underpass Kentungan di Sleman. Terakhir, rombongan akan melihat ke Bendung Kamijoro yang ada di Bantul.

Direktur PT Angkasa Pura I Faik fahmi mengatakan, Bandara YIA akan beroperasi 100 persen pada akhir Desember mendatang. Saat ini, penerbangan sudah dioperasikan untuk penerbangan reguler pada Lebaran silam. Saat ini sudah ada tujuh rute penerbangan yang dilayani YIA, baik dari Citilink, Batik Air dan Air Asia.

"Penerbangan reguler sudah sejak Lebaran lalu," ucapnya.

Pembangunan Bandara YIA merupakan salah satu proyek strategis nasional yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di DIY dan Jawa Tengah. Saat ini saja, peningkatan ekonomi Kulonprogo yang awalnya tumbuh 5,4 persen menjadi 10,6 persen.

Tidak hanya itu, Bandara YIA juga mampu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Banyak tenaga kerja lokal terserap dalam proyek maupun di operasionalnya.

Pembangunan bandara ini diperkirakan menghabiskan anggaran lebih dari Rp11 triliun, bersumber dari internal PT Angkasa Pura dan sindikasi perbankan nasional. Diharapkan, YIA dapat menggantikan Bandara Adisutjipto yang sudah overload. Di mana dari target 1,8 juta, penumpang Adisutjipto sudah mencapai 8,4 juta penumpang per tahun.

"Di sini ruway, daya tampung, terminal dan lainnya lebih luas dari yang ada di Adisutjipto," kata Faik.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
9 bulan lalu

Ibu Hamil di Maros Ditandu Sejauh 7 Km saat Hendak Melahirkan, Begini Respons DPR

11 bulan lalu

Sultan HB X Sambut Dubes Australia, Bahas Penerbangan Langsung dan Kerja Sama Pendidikan

1 tahun lalu

Kecelakaan di Depan Bandara YIA, Minibus Hiace Terobos Lampu Merah Tabrak Pemotor

2 tahun lalu

Penyelundupan 80.000 Ekor Benih Lobster ke Malaysia Digagalkan di Bandara YIA

2 tahun lalu

Puncak Arus Mudik Lebaran di Bandara YIA Diprediksi 6 April, Layani 262.000 Penumpang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal