Keterbatasan Fisik Tak Halangi 18 Difabel Ikuti Ujian Mandiri di UGM

Kuntadi
Taufik Hidayat, salah satu difabel saat mengikuti ujian mandiri di UGM Yogyakarta, Minggu (8/7/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Memiliki keterbatasan fisik tak membuat minder belasan penyandang disabilitas mengikuti ujian tulis mandiri di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Mereka dengan semangat tinggi mengikuti seleksi ujian tertulis yang dilaksanakan Minggu (8/7/2018). Selama ujian, sebanyak 18 penyandang disabilitas ini ditempatkan di ruangan khusus.

Salah satu peserta ujian masuk, Taufik Rahmadi (19) misalnya. Dia mengikuti ujian di UPN Veteran Yogyakarta dibantu dua pengawasn. Satu pengawas bertugas membacakan naskah dan satu pengawas lainnya bertugas menuliskan jawaban. Tidak jarang, Taufik meminta naskah soal dibacakan ulang. Setelah dia memberikan jawaban, pengawas lain menuliskannya pada lembar jawaban. “Saya ingin menjadi diplomat, jadi saya pilih Hubungan International (Fisipol),” tutue Taufik.

Peserta lainnya, Miftakul Choirul Ilmi (19) juga mendapatkan pendampingan. Saat ujian dia juga didampingi guru di sekolah luar biasa (SLB) Minggir, Sleman. 

Koordinator Kesehatan Panitia Ujian Tulis UGM, Rustamji mengatakan ada 8 peserta ujian berkebutuhan khusus (disabilitas). Mereka terdiri atas sembilan orang mengalami tuna daksa, tujuh orang tuna netra, dan dua peserta mengalami tuna rungu. Selama proses pelaksanaan ujian, peserta berkebutuhan khusus ini juga dipantau oleh UKM Difabel UGM. “Kita pastikan memberikan pelayan sesuai kebutuhan peserta termasuk difabel,” ujarnya.

UGM juga menyiapkan tim kesehatan selama proses ujian berlangsung. Selain menyiapkan 100 tenaga kesehatan, UGM juga menyiagakan dua dokter dan dua unit ambulans. Selain itu, UKM Difabel juga ikut memantauuntuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan. “Ada dua yang didampingi karena habis kecelakaan motor dan yang menderita asma,” ujar Fitriana, anggota tim kesehatan.   

Ujian tulis UGM ini diikuti 60.563 peserta atau naik dari 2017 yang diikuti 47.306 peserta. Ujian dilaksanakan serentak di empat kota besar di Indonesia, yakni Yogyakarta, Jakarta, Medan dan Pekanbaru. Di Yogyakarta diikuti 51.632 peserta dan 4.610 peserta di Jakarta. Selain itu sebanyak 1.500 peserta mengikuti ujian di Medan dan 2.487 peserta di Pekanbaru.     

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso Marseno menegaskan UGM tetap mempertahankan proses penjaringan mahasiswa melalui ujian mandiri. Meski beberapa universitas seperti UI dan ITB sudah tidak lagi melaksanakan ujian mandiri. Mereka mengandalkan nilai dari hasil ujian SBMPTN.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Longsor Susulan Intai Warga Banjarnegara, Ditemukan Rekahan Membentuk Pola Tapal Kuda

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Rizal Galih, Lulus S2 UGM dengan IPK Sempurna dalam Waktu 22 Bulan

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Amanda Eka Lupita Lulusan Termuda S2 UGM, Raih Gelar Master Usia 22 Tahun

57 tahun lalu

Heboh Meteor Jatuh di Langit Cirebon, Ternyata Punya Sisi Positif dan Bahaya Mematikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal